Analisis Pemodelan Numerik Keruntuhan Lereng Akibat Beban Seismik


JAEMSHON, JAEMSHON (2026) Analisis Pemodelan Numerik Keruntuhan Lereng Akibat Beban Seismik. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of D011191137-L43IioXvrmGF0WyE-20260717163833.pdf] Text
D011191137-L43IioXvrmGF0WyE-20260717163833.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

JAEMSHON. Analisis Pemodelan Numerik Keruntuhan Lereng Akibat Beban Seismik (dibimbing oleh Tri Harianto dan Ardy Arsyad). Latar belakang. Keruntuhan lereng dapat menimbulkan kerusakan konstruksi, kerugian ekonomi, bahkan korban jiwa. Keruntuhan lereng dapat terjadi akibat faktor internal, seperti geometri lereng dan sifat mekanik tanah, serta faktor eksternal, seperti gempa bumi. Oleh karena itu, lereng perlu dirancang agar memiliki stabilitas yang memadai. Salah satu sistem perkuatan yang sering digunakan untuk meningkatkan stabilitas lereng adalah Modular Block-Geosynthetic Reinforced Soil Wall (MB-GRSW). Namun, kajian melalui uji fisik terhadap sistem ini membutuhkan biaya yang besar, sehingga pemodelan numerik dapat digunakan sebagai pendekatan yang lebih praktis dan efisien. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi stabilitas lereng tanpa perkuatan, lereng dengan perkuatan geotekstil, dan lereng dengan sistem MB-GRSW pada kondisi statik dan pseudostatik. Metode. Penelitian ini dilakukan melalui pemodelan numerik menggunakan metode elemen hingga dengan bantuan perangkat lunak PLAXIS. Tahapan penelitian meliputi pemodelan lereng tanpa perkuatan dan dengan perkuatan, pengumpulan karakteristik tanah dan material perkuatan, serta analisis stabilitas masing-masing model pada kondisi statik dan pseudostatik. Hasil. Pada kondisi statik, perkuatan geotekstil meningkatkan faktor keamanan sebesar 30%, sedangkan sistem MB-GRSW meningkatkan faktor keamanan sebesar 132%. Penambahan facing blok modular pada perkuatan geotekstil meningkatkan faktor keamanan sebesar 79%. Pada kondisi pseudostatik, perkuatan geotekstil meningkatkan faktor keamanan sebesar 41%, sedangkan sistem MB-GRSW meningkatkan faktor keamanan sebesar 136%. Penambahan facing blok modular pada perkuatan geotekstil meningkatkan faktor keamanan sebesar 68%. Kesimpulan. Sistem perkuatan MB-GRSW efektif meningkatkan stabilitas lereng pada kondisi statik maupun pseudostatik, dengan kontribusi signifikan dari dinding blok modular sebagai elemen penahan muka.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 27 Oct 2026 00:32
Last Modified: 27 Oct 2026 00:32
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60419

Actions (login required)

View Item
View Item