DG BULU, MUH. AMIN (2026) Karakteristik Gua Ampera sebagai Habitat Kelelawar di Desa Ampera, Kecamtan Pagimana, Kabupaten Banggai. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
M031211005-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Kelelawar memiliki fungsi ekologis penting sebagai penyerbuk dan pengendali hama, namun populasinya rentan terancam akibat aktivitas antropogenik dan perburuan intensif di Gua Ampera, Kabupaten Banggai. Sementara itu, data literatur mengenai kondisi habitat kelelawar di kawasan tersebut masih sangat terbatas. Tujuan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik gua dan mengidentifikasi kondisi mikro-habitat dari berbagai jenis kelelawar sebagai langkah awal upaya konservasi. Metode. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan selama 12 hari di Gua Kelelawar Desa Ampera. Karakteristik fisik diukur menggunakan Laser Distance Meter, sedangkan parameter abiotik dipantau setiap pukul 13.00 WITA menggunakan Temperature/Humidity Meter, Sound Level Meter, dan LED Light Meter. Analisis data dilakukan secara deskriptif, dilanjutkan dengan pemetaan digital jalur gua serta titik sarang kelelawar menggunakan program Visual Topo dan Corel Draw. Hasil. Gua Ampera merupakan gua karst horizontal sepanjang 153,1 meter dengan empat chamber yang didominasi zona gelap total akibat morfologi mulut gua yang kecil. Kondisi abiotik gua menunjukkan rata-rata suhu 28,9 °C, kelembaban 93,9%, dan kebisingan 56,9 Hz. Ditemukan tujuh spesies kelelawar dari subordo Megachiroptera dan Microchiroptera. Distribusi spasial menunjukkan adanya pembagian relung (niche partitioning); kelompok Microchiroptera mendiami Chamber 1, 2, dan 3 pada ketinggian sarang 6,3–8,5 meter, sedangkan tiga spesies Megachiroptera secara unik mengolonisasi Chamber 4 di zona gelap total terdalam (140,4 meter) dengan atap tertinggi (11,2–12 meter). Kesimpulan. Karakteristik morfologi dan stabilitas mikroklimat Gua Ampera sangat mendukung preferensi fisiologis kelelawar. Pembagian relung habitat terjadi secara jelas berdasarkan struktur ruang gua, jarak dari mulut gua, dan ketinggian atap spesifik. Kata kunci: Gua Ampera; Kelelawar; Chamber, Mikro-habitat
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Gua Ampera; Kelelawar; Chamber, Mikro-habitat |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username Masnah |
| Date Deposited: | 27 Oct 2026 00:05 |
| Last Modified: | 27 Oct 2026 00:05 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60408 |
