INAYAH, KRISNA NUR (2025) Isolasi dan Identifikasi Fungi Simbion Pada Lumut Kerak (Lichens) di Permukaan Batang Pohon Pinus (Pinus Merkusii) di Kawasan Hutan Pinus Malino Sebagai Penghasil Senyawa Antibakteri. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
N012231003-57ckvK9aCIwsWUe1-20250923235655.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang : Lumut kerak merupakan suatu organisme majemuk yang bentuk simbiosis mutualismenya terdiri dari fungus (mycobiont) dan mitra fotosintetik (photobiont) yang berpotensi menghasilkan senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antimikroba. Lumut kerak yang tumbuh pada permukaan batang pohon pinus di kawasan Hutan Pinus Malino menghasilkan senyawa metabolit sekunder dengan aktivitas antibakteri. Jenis dan aktivitas metabolit yang dihasilkan diduga dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti suhu sejuk, kelembaban tinggi, dan paparan cahaya matahari yang terfilter di bawah pohon pinus, yang dapat merangsang produksi senyawa metabolit. Selain itu, jenis substrat berupa kulit pohon pinus juga mengandung senyawa kimia tertentu yang mempengaruhi komposisi komunitas mikroorganisme simbion yang berperan penting dalam biosintesis metabolit sekunder. Tujuan: Penilitian ini bertujuan untuk mengisolasi fungi simbion dari lumut kerak (Lichens) yang diambil dari permukaan batang pohon pinus (Pinus merkusii) di kawasan hutan pinus Malino, Sulawesi selatan. yang mampu menghasilkan senyawa antibakteri dan mengkarakterisasi isolat fungi simbion tersebut secara molekular. Metode : Sampel lumut kerak diambil dari permukaan batang pohon pinus ditumbuhkan pada media PDA. Selanjutnya dilakukan proses fermentasi menggunakan media PDY dan di ekstraksi menggunakan pelarut etil asetat (1:1) yang dilanjutkan uji aktivitas antibakteri terhadap E. coli, S. aureus, dan B.subtilis menggunakan metode tuang lempeng (pour plate). Identifikasi molekuler menggunakan metode PCR. Hasil : Sebanyak sembilan isolat fungi simbion lumut kerak (Lichens) berhasil diperoleh. Dari jumlah tersebut, dua isolat berkode LK-07 dan LK-08 menunjukkan aktivitas antibakteri yang signifikan. Ekstrak etil asetat menunjukkan aktivitas antibakteri yang lebih kuat dibandingkan dengan biomassa maupun ekstrak air. Analisis filogenetik menunjukkan bahwa isolat fungi simbion Lumut Kerak (Lichens) dengan kode isolat LK-07 memiliki kemiripan tertinggi dengan Penicillium westlingii dan isolat LK-08 memiliki kemiripan tertinggi dengan Penicillium soli Kesimpulan: Dari hasil penilitian diketahui bahwa isolat fungi simbion lumut kerak (Lichens) dengan kode isolat LK-07 dan kode isolat LK-08 memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. coli, S. aureus dan B. subtilis. Hasil analisis filogenetik menunjukkan isolat fungi simbion Lumut Kerak (Lichens) dengan kode LK-07 dan LK-08 memiliki kemiripan dengan Penicillium dengan tingkat kemiripan 100%.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Fungi Simbion, Lumut Kerak, Lichens, Antibakteri, Identifikasi molekuler. |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Farmasi > Farmasi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 26 Oct 2026 06:49 |
| Last Modified: | 26 Oct 2026 06:49 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60398 |
