NURJAMAH, SRI WULANDARI (2026) . Analisis Komparasi Karakteristik Usaha Ternak Sapi Potong yang Melakukan Inseminasi Buatan (IB) dan Kawin Alam Di Dusun Paria Desa Lempang, Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
I011211205-DpwFSv40aUTzKjx9-20260813120543.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK SRI WULANDARI NURJAMAH. Analisis Komparasi Karakteristik Usaha Ternak Sapi Potong yang Melakukan Inseminasi Buatan (IB) dan Kawin Alam Di Dusun Paria Desa Lempang, Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru (dibimbing oleh A. Amidah Amrawaty). Perbedaan penerapan metode reproduksi inseminasi buatan (IB) dan kawin alam berpotensi memengaruhi karakteristik usaha ternak sapi potong pada peternak di Desa Lempang Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan karakteristik usaha ternak antara peternak yang melakukan Inseminasi Buatan (IB) dan kawin alam. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung serta wawancara menggunakan kuesioner terstruktur kepada 62 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin dari total populasi 210 peternak. Data yang diperoleh terdiri dari data primer berupa informasi karakteristik usaha ternak seperti skala usaha, lama beternak, jumlah kepemilikan ternak, dan frekuensi penyuluhan, serta data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan penyajian distribusi frekuensi untuk menggambarkan perbedaan pola usaha kedua kelompok peternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peternak pengguna inseminasi buatan (IB) memiliki rata-rata skala usaha sebanyak 5,14 ekor, sedangkan peternak pengguna kawin alam memiliki rata-rata 6,18 ekor. Pengalaman beternak pada kedua kelompok relatif tidak berbeda, namun peternak pengguna IB cenderung lebih sering mengikuti kegiatan penyuluhan. Alasan utama peternak memilih inseminasi buatan adalah meningkatkan produktivitas, meningkatkan kualitas genetik ternak, dan adanya dukungan program pemerintah. Sementara itu, peternak yang memilih kawin alam didominasi oleh alasan tingginya tingkat keberhasilan, biaya yang dianggap lebih murah karena memiliki pejantan sendiri, serta kemudahan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan karakteristik usaha antara peternak pengguna inseminasi buatan dan kawin alam, terutama pada aspek skala usaha, frekuensi penyuluhan, serta alasan pemilihan metode reproduksi. Penerapan inseminasi buatan lebih berorientasi pada peningkatan produktivitas dan mutu genetik ternak, sedangkan kawin alam lebih dipilih karena faktor kemudahan pelaksanaan, persepsi keberhasilan, dan kebiasaan peternak. Kata kunci: Karakteristik Usaha; Inseminasi Buatan; Kawin Alam; Peternak; Sapi Potong
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Keywords: Beef cattle farming characteristics; Artificial Insemination (AI); Natural mating; Beef cattle farmers; Beef cattle. |
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Peternakan > Peternakan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 28 Oct 2026 02:21 |
| Last Modified: | 28 Oct 2026 02:21 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60386 |
