AMINOTO, COKRO (2025) Kajian In Silico dan In Vitro Senyawa Flavonoid Sebagai Inhibitor Pompa Efflux Acinetobacter baumannii Dan Staphylococcus aureus. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
N012231043-ByOCEYLS5eTabKwg-20251006203019.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang: Meningkatnya kasus resistensi antimikroba (AMR) yang disebabkan oleh patogen seperti Acinetobacter baumannii dan Staphylococcus aureus, yang dikenal memiliki resistensi ganda terhadap berbagai antibiotik. Salah satu mekanisme resistensinya adalah ekspresi berlebih Pompa Efflux seperti adeB dan NorA yang menjadi ancaman serius terhadap efektivitas terapi antibiotik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan alternatif untuk mengatasi resistensi, salah satunya melalui pengembangan senyawa inhibitor Pompa Efflux dari sumber alam, seperti senyawa flavonoid. Senyawa flavonoid diketahui memiliki aktivitas antimikroba dan potensi sebagai inhibitor Pompa Efflux. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi efektivitas senyawa flavonoid sebagai kandidat inhibitor Pompa Efflux terhadap Acinetobacter baumannii dan Staphylococcus aureus melalui pendekatan in silico dan in vitro. Metode: Penelitian ini merupakan studi kombinasi yang terdiri dari analisis docking molekuler, analisis dinamika molekuler, evaluasi aturan Lipinski, serta prediksi ADMET, dilanjutkan penelitian ekperimental checkerboard assay dan uji aktivitas pompa efflux inhibitor. Hasil: Quercetin menunjukkan afinitas pengikatan terhadap protein target adeB dan NorA (∆G-7,3 dan ∆G-6,7 kcal/mol) dengan kontrol posistif omeprazole serta memiliki interaksi asam amino pada area active site. Berdasarkan hasil prediksi ADMET, quercetin menunjukkan karakteristik farmakokinetik dan toksikologis yang mendukung potensinya sebagai kandidat senyawa bioaktif. Pada uji in vitro dengan metode checkerboard assay kombinasi quercetin dengan antibiotik meropenem menunjukkan efek sinergis dengan adanya penurunan pertumbuhan bakteri Acinetobacter baumannii terlihat pada konsentrasi 4 µg/ml antibiotik meropenem dan 4 µg/ml quercetin. Sedangkan kombinasi quercetin dengan antibiotik ciprofloxacin tidak menunjukkan efek sinergis terhadap Staphylococcus aureus. Selain itu, uji aktivitas penghambatan pompa efflux tidak menunjukkan adanya efek penghambatan pada kedua jenis bakteri. Kesimpulan : Quercetin berpotensi sebagai adjuvan terapi antibiotik melalui sinergisme dengan meropenem terhadap Acinetobacter baumannii, meskipun tidak terbukti efektif sebagai inhibitor pompa efluks pada kedua bakteri uji.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pompa Efflux; Molekuler docking, Molekuler Dinamik, ADMET, Flavonoid, Quercetin. |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Farmasi > Farmasi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 26 Oct 2026 03:06 |
| Last Modified: | 26 Oct 2026 03:06 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60366 |
