KAJI EKSPERIMENTAL PENGARUH GYROID LATTICE STRUCTURE TERHADAP KARAKTERISTIK PERPINDAHAN PANAS LIQUID COLD PLATE SEBAGAI MEDIA PENDINGIN BATERAI LITHIUM-ION


MINHAJ, PUTRA ANARGYA BAHITA (2026) KAJI EKSPERIMENTAL PENGARUH GYROID LATTICE STRUCTURE TERHADAP KARAKTERISTIK PERPINDAHAN PANAS LIQUID COLD PLATE SEBAGAI MEDIA PENDINGIN BATERAI LITHIUM-ION. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of D021211090-9isekO4RSjF8cvYN-20260716151543.pdf] Text
D021211090-9isekO4RSjF8cvYN-20260716151543.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Perkembangan Baterai Lithium-Ion telah mengalami pertumbuhan yang signifikan seiring dengan meningkatnya industri kendaraan listrik. Namun, terdapat beberapa masalah yang terjadi dalam operasional kendaraan listrik, salah satunya adalah thermal runaway. Oleh sebab itu, diperlukan solusi untuk sistem manajemen termal, salah satunya adalah penggunaan liquid cold plate, agar baterai yang digunakan tetap berada di temperatur operasional yang ditentukan. Salah satu inovasi dari liquid cold plate adalah penggunaan lattice structure yang dapat memberikan luas permukaan kontak yang lebih besar antara panas dengan fluida pendingin, yang akan menghasilkan perpindahan panas dengan efisiensi yang lebih tinggi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan lattice structure pada liquid cold plate terhadap temperatur baterai Lithium-Ion serta menganalisis pengaruh penggunaan lattice structure terhadap laju kalor yang diserap oleh fluida. Metode. Dalam studi ini, eksperimen dilakukan dengan menggunakan beberapa variasi pendinginan, yaitu variasi jumlah liquid cold plate, jenis fluida pendingin, jarak lampu halogen terhadap liquid cold plate, serta laju aliran fluida pendingin. Hasil. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa metode pendinginan dengan menggunakan dua pasang liquid cold plate disertai fluida pendingin air menghasilkan penurunan temperatur paling baik, dengan nilai temperatur sebesar 27,73°C. Eksperimen dengan variasi serupa juga menghasilkan nilai laju penyerapan kalor paling besar, yakni 128,631 W. Kesimpulan. Metode pendinginan menggunakan dua pasang liquid cold plate disertai fluida pendingin air memiliki kinerja yang paling baik dibandingkan dengan metode pendinginan lainnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 26 Oct 2026 03:00
Last Modified: 26 Oct 2026 03:00
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60359

Actions (login required)

View Item
View Item