HELPIA, HELPIA (2025) KAJIAN IN SILICO DAN IN VITRO SENYAWA TURUNAN ASAM SINAMAT SEBAGAI ANTI BIOFILM ACINETOBACTER BAUMANNII DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
N012231042-wz2YDhIf0X1QOFUx-20251007105432.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
HELPIA. Kajian In silico Dan In Vitro Senyawa Turunan Asam Sinamat Sebagai Antibiofilm Acinetobacter baumannii Dan Staphylococcus aureus (dibimbing oleh Muhammad Aswad and Andi Rofian Sultan) Latar belakang: Resistensi antimikroba yang diperantarai biofilm merupakan ancaman global bagi kesehatan masyarakat, terutama yang disebabkan oleh bakteri Acinetobacter baumannii dan Staphylococcus aureus. Oleh karena itu, penemuan obat baru atau terapi kombinasi untuk memerangi resistensi ini sangat penting. Diantara kandidat obat baru yang potensial, asam sinamat dan turunannya merupakan senyawa yang menjanjikan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi ef ek sinergis senyawa asam sinamat dan turunannya yang dikombinasikan dengan antibiotik sebagai antibiofilm bakteri A.baumanni dan S.aureus melalui pendekatan in silico dan in vitro. Metode. Penelitian ini merupakan studi komputasi yang terdiri dari analisis molecular docking, analisis molecular dynamic, dan prediksi ADMET selanjutnya dilakukan penelitian eksperimental pengujian antibiofilm. Hasil: Pada analisis molecular docking menunjukkan bahwa 4-fluorocinnamic acid memiliki afinitas tertinggi terhadap protein OmpA A.baumannii (ΔG -4,5 kcal/mol) dan caffeic acid terhadap protein AgrA Staphylococcus aureus (ΔG -4,2 kcal/mol). Simulasi molecular dynamics mengkonfirmasi stabilitas kompleks ligan-protein selama 100 ns. Prediksi ADMET mengungkapkan bahwa senyawa turunan asam sinamat memenuhi kriteria Lipinski’s rule of five dengan profil farmakokinetik yang baik dan toksisitas rendah. Uji invitro menunjukkan bahwa kombinasi 4-fluorocinnamic acid dikombinasikan dengan meropenem (MIC 4 µg/mL dan 4 µg/mL) memberikan efek sinergis dalam menghambat pembentukan biofilm A.baumannii sebesar 56% dibandingkan pemberian meropenem (MIC 32 µg/mL) secara tunggal Kesimpulan: Senyawa 4-fluorocinnamic acid merupakan turunan asam sinamat berpotensi sebagai antibiofilm untuk bakteri A.baumannii. Namun pada senyawa caffeic acid tidak memberikan sinergis penghambatan biofilm terhadap S.ureus.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Antibiofilm, Molecular Docking, Molecular Dynamics, ADMET, Turunan Asam Sinamat |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Farmasi > Farmasi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 26 Oct 2026 02:44 |
| Last Modified: | 26 Oct 2026 02:44 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60355 |
