ANALISIS KERAWANAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN MENGGUNAKAN METODE COMPOSITE MAPPING ANALYSIS (CMA) DI KABUPATEN GOWA


NUGAR M, MUHAMMAD DZAMIR (2026) ANALISIS KERAWANAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN MENGGUNAKAN METODE COMPOSITE MAPPING ANALYSIS (CMA) DI KABUPATEN GOWA. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of M011221168-fulll.pdf] Text
M011221168-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) merupakan fenomena yang secara periodik terpantau di Kabupaten Gowa, yang ditandai dengan adanya kemunculan titik panas (hotspot) pada area tertentu. Kejadian Karhutla dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor lingkungan yang mencakup kemiringan lereng, tutupan lahan, curah hujan, suhu permukaan (LST), serta indeks vegetasi dan kelembapan (NDVI dan NDMI). Selain itu, terdapat faktor manusia yang mencakup jarak dari jalan, jarak dari permukiman, dan kepadatan penduduk. Pola aktivitas manusia yang berinteraksi dengan kondisi lingkungan meningkatkan potensi kerawanan lahan terhadap kebakaran di wilayah ini. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor lingkungan dan manusia terhadap tingkat kerawanan Karhutla serta melakukan pemetaan sebaran kerawanan Karhutla di Kabupaten Gowa. Metode. Penelitian ini menggunakan metode Composite Mapping Analysis (CMA) yang menggabungkan berbagai layer data spasial. Analisis pemodelan ini menggunakan rentang waktu pengamatan dari tahun 2020 hingga 2024 dengan memanfaatkan total 853 titik panas (hotspot) dari data SiPongi KLHK sebagai titik observasi dan validasi model. Hasil. Penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerawanan Karhutla di Kabupaten Gowa bervariasi dari kelas rendah hingga sangat tinggi, dengan konsentrasi kerawanan tertinggi ditemukan di wilayah bagian barat. Berdasarkan uji validasi, model pemetaan yang dihasilkan memiliki nilai Overall Accuracy (OA) sebesar 77% dan hasil analisis kurva ROC menghasilkan nilai Area Under Curve (AUC) sebesar 0,701. Faktor manusia memiliki kontribusi yang jauh lebih dominan (73%) dibandingkan faktor lingkungan (27%). Hal ini menunjukkan bahwa kepadatan penduduk berperan paling penting dalam memicu kemunculan titik panas. Kesimpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kerawanan Karhutla di Kabupaten Gowa sangat dipengaruhi oleh aktivitas penduduk. Sebaran area dengan tingkat kerawanan tinggi hingga sangat tinggi terkonsentrasi di Kecamatan Pattallassang dan Bontomarannu yang memiliki aksesibilitas tinggi dan berdekatan dengan pusat aktivitas manusia

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with username Masnah
Date Deposited: 27 Oct 2026 05:41
Last Modified: 27 Oct 2026 05:41
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60352

Actions (login required)

View Item
View Item