STUDI KELAYAKAN HUNI STRUKTUR APUNG MULTI-BARGE SEBAGAI FLOATER FLOATING HOUSE (DNA CELL SYSTEM) MENGGUNAKAN CATENARY MOORING SYSTEM


JULYARDIANSYAH, FADHIL (2026) STUDI KELAYAKAN HUNI STRUKTUR APUNG MULTI-BARGE SEBAGAI FLOATER FLOATING HOUSE (DNA CELL SYSTEM) MENGGUNAKAN CATENARY MOORING SYSTEM. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of D081211054-7crHFLBNxnv8l4Ia-20260716145540.pdf] Text
D081211054-7crHFLBNxnv8l4Ia-20260716145540.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (16MB)

Abstract (Abstrak)

Pemanfaatan ruang laut sebagai sebuah kawasan pemukiman menuntut inovasi dalam desain struktur apung yang mampu memberikan stabilitas tinggi dan kenyamanan optimal bagi penghuninya. Penelitian ini menyajikan analisis komprehensif mengenai perbandingan antara struktur single barge dan dual barge sebagai platform pondasi untuk hunian terapung. Analisis dilakukan melalui simulasi numerik menggunakan perangkat lunak Ansys AQWA untuk mengevaluasi karakteristik hidrostatik, respons operator amplitudo (Response Amplitude Operators - RAOs) pada sudut datang gelombang 0°, 45°, dan 90°, serta pergerakan enam derajat kebebasan (6-Degree of Freedom - 6-DoF) dalam domain waktu 10800 detik. Integritas sistem penambatan dievaluasi berdasarkan standar internasional API RP 2SK, sementara aspek kenyamanan manusia diuji terhadap standar ISO 2631 dan Nordforsk 1987. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur single barge dengan massa total 2.204.665 kg memiliki stabilitas statis yang kuat dengan tinggi metasentrik 9,002 m, namun menunjukkan kerentanan terhadap respons rotasi roll yang sangat tinggi pada kondisi beam seas (90°), mencapai puncak RAO sebesar 52,527 °/m. Sebaliknya, model dual barge yang mengadopsi mekanisme interaksi antar-badan (multi-body interaction) berhasil mereduksi puncak respons roll secara signifikan hingga 35-60% melalui mekanisme redaman mekanis pada engsel dan efek pelindung (shielding effect). Meskipun konfigurasi dual barge memicu fenomena gap resonance yang meningkatkan elevasi muka air di antara lambung. Dari aspek keamanan sistem penambatan, model dual barge menunjukkan distribusi beban yang lebih efisien dengan tegangan tali maksimum sebesar 1.534,76 kN, menghasilkan faktor keamanan sebesar 13,83, jauh melampaui batas minimum API RP 2SK. Analisis kelayakan huni mengonfirmasi bahwa konfigurasi dual barge memberikan lingkungan yang lebih stabil dengan percepatan rotasi yang lebih rendah, sehingga lebih sesuai untuk aplikasi hunian terapung permanen dibandingkan model single barge.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 27 Oct 2026 05:31
Last Modified: 27 Oct 2026 05:31
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60346

Actions (login required)

View Item
View Item