AULIYA, NURUL (2026) Analisis Densitas Tulang Mandibula Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Sebelum Dan Setelah Penggunaan Gigi Tiruan. Sp thesis, Universitas Hasanuddin.
J015231002-RG4VTdiIPDchwuY7-20260805153628.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang: Diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) dapat memengaruhi metabolisme tulang dan berpotensi menurunkan kualitas tulang rahang. Pada pasien edentulus, penggunaan gigi tiruan lengkap (GTL) diperlukan untuk mengembalikan fungsi dan estetika, namun pengaruhnya terhadap densitas tulang mandibula pada penderita DM tipe 2 masih belum banyak dikaji secara longitudinal. Cone Beam Computed Tomography (CBCT) memungkinkan evaluasi tiga dimensi yang akurat terhadap densitas tulang mandibula. Tujuan: Menganalisis densitas tulang mandibula pada penderita DM tipe 2 sebelum dan setelah penggunaan GTL, menilai besarnya pengaruh penggunaan GTL, serta mengevaluasi hubungan kadar HbA1c dengan perubahan densitas tulang mandibula. Metode: Penelitian ini merupakan quasi experimental dengan rancangan equivalent time series. Sampel terdiri atas 25 pasien DM tipe 2 pengguna GTL yang dipilih secara purposive sampling di Instalasi Radiologi RSGMP Universitas Hasanuddin Makassar periode Maret–September 2025. Densitas tulang mandibula diukur menggunakan CBCT pada regio anterior dan posterior dalam satuan Hounsfield Unit (HU). Uji reliabilitas dilakukan dengan Intraclass Correlation Coefficient (ICC), uji normalitas menggunakan Shapiro–Wilk, perbandingan pretest–posttest dianalisis dengan Wilcoxon Signed-Rank Test, besar pengaruh dinilai melalui effect size (r), dan hubungan dengan HbA1c dianalisis menggunakan korelasi Spearman. Hasil: Mayoritas subjek berusia 60–69 tahun (32%) dan berjenis kelamin perempuan (68%). Reliabilitas pengukuran sangat baik, dengan ICC 0,919–0,973. Pada regio anterior, terdapat perbedaan bermakna antara sebelum dan sesudah penggunaan GTL (p=0,001), dengan 22 subjek mengalami peningkatan densitas dan effect size besar (r=0,686). Pada regio posterior, perubahan tidak bermakna secara statistik (p=0,093), meskipun menunjukkan effect size sedang (r=0,336). Korelasi antara perubahan densitas tulang anterior dan HbA1c tidak bermakna (r=-0,025; p=0,905), sedangkan pada posterior terdapat kecenderungan hubungan positif sedang namun tidak signifikan (r=0,342; p=0,094). Kesimpulan: Penggunaan GTL pada penderita DM tipe 2 berkontribusi terhadap peningkatan densitas tulang mandibula, terutama pada regio anterior. Pengaruh GTL pada regio posterior lebih kecil dan tidak signifikan secara statistik. Dalam periode observasi 6 bulan, kadar HbA1c tidak menunjukkan hubungan bermakna dengan perubahan densitas tulang mandibula.
| Item Type: | Thesis (Sp) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Diabetes melitus tipe 2, Gigi tiruan lengkap, Densitas tulang, Mandibula, CBCT |
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pendidikan Dokter Gigi > PPDGS - Prostodonsia |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 23 Oct 2026 08:34 |
| Last Modified: | 23 Oct 2026 08:34 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60281 |
