HASLINAH, . (2026) KARAKTERISASI KOMPOSIT DIPERKUAT SERAT TENUNAN RAMI AKIBAT PENAMBAHAN PIGMENT PASTE. Disertasi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
D043211003-clQsCHu9BTp6R0VO-20260818190151.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Komposit tenunan serat rami bermatriks epoksi merupakan material ringan dan berkelanjutan yang berpotensi digunakan pada konstruksi luar ruang dan lingkungan maritim. Namun, durabilitasnya masih dibatasi oleh radiasi matahari dan penyerapan air laut yang dapat menurunkan sifat mekanik, fisik, dan kimia material. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penyinaran sinar matahari dan perendaman air laut terhadap sifat mekanik, fisik, gugus fungsi, dan morfologi komposit tenunan serat rami-epoksi tanpa dan dengan penambahan pigment paste, serta menentukan kondisi optimum untuk meningkatkan ketahanan material. Metode. Panel komposit dibuat dengan metode hand lay-up menggunakan tiga lapisan tenunan serat rami, resin epoksi bisfenol A-epiklorohidrin, pengeras poliaminoamida, dan pigment paste Cerepol 0%, 5%, 7,5%, dan 10%. Spesimen diberi perlakuan penyinaran dan perendaman selama 0–14 minggu. Evaluasi meliputi uji tarik, bending, FTIR, SEM, daya serap air, ANOVA, Tukey, dan optimasi Taguchi. Hasil. Pada Tahap 1, komposit tanpa pigmen mengalami degradasi lebih besar akibat penyinaran. Setelah 14 minggu, kekuatan tarik turun 28,96% dan bending 24,79%, sedangkan perendaman air laut menurunkan tarik 5,88% dan meningkatkan bending 35,44%. ANOVA menunjukkan pengaruh waktu signifikan terhadap tarik dan bending (p<0,001), sedangkan Tukey mengonfirmasi perbedaan nyata pada beberapa durasi paparan. FTIR menunjukkan perubahan gugus fungsi dan SEM memperlihatkan kerusakan mikrostruktur. Tahap 2, pigment paste 7,5% dan 10% memberikan retensi tarik terbaik; penurunan akibat matahari masing-masing 7,90% dan 13,83%, sedangkan akibat air laut 10,19% dan 9,13%. Untuk bending, pigmen 5% paling stabil terhadap matahari (+6,9%), sedangkan 10% lebih tahan terhadap air laut (-11,2%) dibandingkan 7,5% (-32,6%). FTIR menunjukkan perubahan O-H, C-H, dan daerah fingerprint, sedangkan SEM mengidentifikasi void, debonding, fiber pull-out, dan kerusakan serat. Tahap 3, Taguchi menunjukkan waktu paparan lebih dominan daripada konsentrasi pigmen. Delta tarik waktu/pigmen pada penyinaran sebesar 10,36/4,38 dengan optimum pigmen 10% pada level waktu 1, sedangkan bending 56,15/15,46 dengan optimum pigmen 7,5% pada level waktu 3. Pada perendaman, delta tarik 7,37/2,68 dengan optimum 0% pada minggu ke-4 sebesar 41,47±1,59 MPa, sedangkan bending 24,4/7,9 dengan optimum 0% pada minggu ke-12 sebesar 148,60±16,11 MPa. Penyerapan air meningkat hingga 98 hari dengan respons berbeda pada tiap konsentrasi. Perbedaan respons tersebut menunjukkan bahwa mekanisme degradasi dipengaruhi oleh interaksi antara waktu paparan, konsentrasi pigmen, kondisi antarmuka serat-matriks, serta penetrasi kelembapan ke dalam struktur komposit. Kesimpulan. Pigment paste mampu meningkatkan retensi mekanik dan memodifikasi ketahanan lingkungan, tetapi efektivitasnya bergantung pada konsentrasi dan jenis paparan. Formulasi 7,5–10% berpotensi dikembangkan untuk aplikasi luar ruang dan maritim dengan pengendalian dispersi pigmen serta kualitas antarmuka serat-matriks.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | komposit tenunan serat rami; pigment paste; komposit epoksi; penyinaran sinar matahari; perendaman air laut; optimasi Taguchi. |
| Subjects: | T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Teknik > Teknik Mesin |
| Depositing User: | Unnamed user with username takdim |
| Date Deposited: | 23 Oct 2026 07:24 |
| Last Modified: | 23 Oct 2026 07:26 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60266 |
