Analisis Pengaruh Low Aging Temperatur pada Material Stainless Steel 304 Terhadap Sensitisasi pada Temperatur 650℃


PUNGGAWA, MUHAMMAD FITRAH (2026) Analisis Pengaruh Low Aging Temperatur pada Material Stainless Steel 304 Terhadap Sensitisasi pada Temperatur 650℃. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of D021221070-CtgrJNHZ9sa8z1b5-20260716123920.pdf] Text
D021221070-CtgrJNHZ9sa8z1b5-20260716123920.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (12MB)

Abstract (Abstrak)

MUHAMMAD FITRAH PUNGGAWA. Analisis Pengaruh Low Aging Temperatur pada Material Stainless Steel 304 Terhadap Sensitisasi pada Temperatur 650℃ (dibimbing oleh Lukmanul Hakim). Latar belakang. Stainless steel 304 merupakan material yang banyak digunakan karena memiliki ketahanan korosi dan sifat mekanik yang baik, namun material ini tetap rentan mengalami sensitisasi pada rentang temperatur tertentu. Sensitisasi terjadi akibat presipitasi karbida kromium pada batas butir yang menyebabkan penipisan kromium dan menurunkan ketahanan korosi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecenderungan sensitisasi adalah melalui perlakuan low aging temperature, yang diharapkan mampu menghasilkan kondisi mikrostruktur yang lebih stabil. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh low aging temperature terhadap fenomena sensitisasi, potensial korosi, dan karakteristik material stainless steel 304. Metode. Penelitian dilakukan melalui perlakuan aging pada temperatur 700°C selama 6 jam yang dilanjutkan pada temperatur 480°C selama 6000 jam, serta aging konstan pada 480°C selama 6000 jam. Sebagian spesimen kemudian diberi BT pada temperatur 650°C selama 1 jam. Karakterisasi material dilakukan melalui pengujian kekerasan Vickers, pengujian potentiodinamik untuk memperoleh nilai Ecorr, Icorr, dan Corrosion rate, pengamatan metalografi, serta analisis SEM-EDS. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan low aging temperature tidak memberikan perubahan kekerasan yang drastis, dengan nilai kekerasan berada pada rentang 184,3–225,77 HV. Pada pengujian korosi, spesimen Aging6000 memiliki nilai Icorr sebesar 1,24×10⁻⁶ A/cm² dan corrosion rate sebesar 0,0415, sedangkan kondisi terbaik diperoleh pada spesimen Aging6000- BT650 dengan nilai Icorr sebesar 1,838×10⁻⁹ A/cm² dan corrosion rate sebesar 6,13×10⁻⁵. Hasil metalografi menunjukkan bahwa perlakuan aging meningkatkan luas butir rata-rata dari 139,102 µm² pada raw material menjadi 400,341 µm² pada spesimen aging 6000 jam. Analisis SEM-EDS menunjukkan bahwa spesimen Aging6000 memiliki distribusi unsur yang relatif seragam, sedangkan pada spesimen Aging6000-BT650 tampak variasi karbon lokal yang lebih besar dan morfologi yang cenderung spheroidal. Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan low aging temperature efektif dalam meningkatkan ketahanan korosi stainless steel 304 dan menghasilkan kondisi mikrostruktur yang lebih stabil terhadap pembebanan termal lanjutan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 23 Oct 2026 01:17
Last Modified: 23 Oct 2026 01:17
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60240

Actions (login required)

View Item
View Item