HUBUNGAN KEPATUHAN PENGOBATAN, TINGKAT DEPRESI DAN KEPERCAYAAN TERHADAP OBAT DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HIPERTIROID DAN HIPOTIROID DI INDONESIA


NURHALISA, . (2026) HUBUNGAN KEPATUHAN PENGOBATAN, TINGKAT DEPRESI DAN KEPERCAYAAN TERHADAP OBAT DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HIPERTIROID DAN HIPOTIROID DI INDONESIA. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of N012241054-xu8qfNFQPZHbV2EO-20260818225854.pdf] Text
N012241054-xu8qfNFQPZHbV2EO-20260818225854.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (16MB)

Abstract (Abstrak)

NURHALISA. Hubungan Kepatuhan Pengobatan, Tingkat Depresi, dan Kepercayaan Terhadap Obat dengan Kualitas Hidup Pasien Hipertiroidisme dan Hipotiroidisme di Indonesia (dibimbing oleh Muh. Akbar Bahar dan Arie Arizandi Kurnianto) Latar Belakang. Kualitas hidup terkait Kesehatan (HRQoL) merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan terapi pada pasien gangguan tiroid, meliputi hipertiroidisme dan hipotiroidisme. Faktor psikososial seperti kepatuhan pengobatan, tingkat depresi, dan kepercayaan terhadap obat diduga berperan penting dalam menentukan HRQoL. Namun studi yang mengkaji ketiga faktor ini secara bersamaan pada populasi pasien tiroid di Indonesia masih sangat terbatas. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kepatuhan pengobatan (MARS-10), tingkat depresi (PHQ-9) dan kepercayaan terhadap obat (BMQ) dengan kualitas hidup pasien yang diukur menggunakan EQ-5D-5L utility index dan EQ-VAS pada pasien hipertiroidisme dan hipotiroidisme di Indonesia. Metode. Penelitian ini merupakan studi cross-sectional yang melibatkan 414 responden, terdiri dari 280 pasien hipertiroidisme dan 134 pasien hipotiroidisme, yang direkrut secara daring melalui komunitas Pita Tosca Indonesia dan media sosial. Analisis bivariat menggunakan uji Mann-Whitney U dan Kruskal-Wallis dilakukan untuk mengevaluasi hubungan karakteristik sosiodemografi dan klinis dengan HRQoL, dilanjutkan dengan regresi linier berganda dengan penyesuaian terhadap variabel konfundan yang relevan per kelompok. Hasil. Median utility index dan EQ-VAS pada kedua kelompok masing-masing sebesar 0,835 dan 80. Depresi ringan mendominasi kedua kelompok sekitar 43%, dan pasien hipotiroidisme menunjukkan kepatuhan lebih tinggi (97,8%) dibanding hipertiroidisme (88,2%). Pada analisis multivariat, depresi (PHQ-9) merupakan faktor yang paling konsisten dan signifikan terhadap penurunan utility index dan EQ-VAS pada kedua kelompok (p <0,001). Kepatuhan pengobatan berhubungan secara signifikan dengan utility index hanya pada hipertiroidisme β= 0,012 (95% CI: 0,001-0,023; p = 0,033). Pada hipotiroidisme, kekhawatiran spesifik terhadap obat (BMQ-SC; β= -0,009 (95% Cl: -0.017-(-0.002); p= 0,019) dan persepsi penggunaan obat berlebihan (BMQ-GO; β= -0,010 (95% Cl: -0.020-0.001); p= 0,036) berhubungan negatif dengan utility index. Kesimpulan. Tingkat depresi, kepatuhan pengobatan, dan kepercayaan terhadap obat berhubungan dengan HRQoL pada pasien gangguan tiroid di Indonesia, dengan pola hubungan yang berbeda antara pasien hipertiroidisme dan hipotiroidisme. Depresi merupakan faktor yang paling konsisten berhubungan dengan penurunan HRQoL pada kedua kelompok. Temuan ini menegaskan pentingnya skrining depresi secara rutin serta optimalisasi komunikasi terapeutik terkait pengobatan dalam tata laksana pasien tiroid.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: hipertiroidisme, hipotiroidisme, kualitas hidup, kepatuhan pengobatan, depresi, kepercayaan terhadap obat
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions (Program Studi): Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 23 Oct 2026 01:15
Last Modified: 23 Oct 2026 01:15
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60238

Actions (login required)

View Item
View Item