Analisis Kesehatan Mental Apoteker Di Berbagai Tempat Kerja Di Indonesia


RATU, A. RATNA (2026) Analisis Kesehatan Mental Apoteker Di Berbagai Tempat Kerja Di Indonesia. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of N012241035-GgJjNOkvFQXZ7BfL-20260819135627.pdf] Text
N012241035-GgJjNOkvFQXZ7BfL-20260819135627.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Gangguan kesehatan mental khususnya depresi, kecemasan, dan stres merupakan masalah kesehatan kerja yang kritis di kalangan tenaga kesehatan, khususnya apoteker yang menghadapi berbagai tekanan profesional yang tinggi seperti beban kerja, tanggung jawab terhadap keselamatan pasien, tuntutan organisasi, serta interaksi langsung dengan pasien yang dapat meningkatkan risiko distres psikologis. Meskipun penelitian global telah melaporkan tingginya prevalensi masalah psikologis pada tenaga kesehatan, data mengenai kondisi depresi, kecemasan dan stres pada apoteker di Indonesia masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kesehatan mental apoteker Indonesia berdasarkan tingkat depresi, kecemasan dan stres serta faktor-faktor yang berhubungan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 403 apoteker dari lingkungan klinis dan non-klinis. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang mencakup sosiodemografi dan instrumen Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21) untuk menilai tingkat depresi, kecemasan dan stres dengan mengkategorikan partisipan ke dalam lima tingkat keparahan: normal, ringan, sedang, berat, dan sangat berat. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, regresi logistik bivariat dan regresi logistik multinomial untuk mengidentifikasi faktor-faktor signifikan yang terkait dengan distres psikologis. Signifikansi statistik ditetapkan pada p < 0,05. Hasil: Prevalensi keseluruhan gangguan distres psikologis adalah 52,1% untuk kecemasan, 43,2% untuk depresi, dan 16,1% untuk stres. Apoteker non-klinis melaporkan prevalensi gangguan yang lebih tinggi pada seluruh dimensi dibandingkan dengan apoteker klinis dan kecemasan merupakan masalah psikologis yang paling dominan. Analisis multinomial menunjukkan bahwa jenis kelamin, usia, domisili, dukungan sosial, gaya hidup serta kesulitan dalam bekerja berhubungan signifikan terhadap distres psikologis. Sedangkan tinggal bersama keluarga teridentifikasi sebagai faktor pelindung yang paling kuat. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan beban kesehatan mental yang signifikan di kalangan apoteker Indonesia, menekankan perlunya skrining kesehatan mental rutin dan intervensi psikososial berbasis tempat kerja. Mengurangi faktor-faktor stres terkait pekerjaan, meningkatkan kualitas tidur, dan memperkuat dukungan sosial merupakan langkah penting untuk meningkatkan kesejahteraan apoteker.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: apoteker; depresi; kecemasan; stres; DASS-21
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions (Program Studi): Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 23 Oct 2026 00:57
Last Modified: 23 Oct 2026 00:57
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60222

Actions (login required)

View Item
View Item