TREN TIGA TAHUN KONSUMSI ANTIBIOTIK DAN TEMUAN UJI KEPEKAAN ANTIMIKROBA DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS HASANUDDIN: STUDI RETROSPEKTIF


MUZAKKIR, ABDUL RAKHMAT (2026) TREN TIGA TAHUN KONSUMSI ANTIBIOTIK DAN TEMUAN UJI KEPEKAAN ANTIMIKROBA DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS HASANUDDIN: STUDI RETROSPEKTIF. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of N012231037-EYCoMOaBQImk4hTR-20260819085656.pdf] Text
N012231037-EYCoMOaBQImk4hTR-20260819085656.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

ABDUL RAKHMAT MUZAKKIR. Tren Tiga Tahun Konsumsi Antibiotik dan Temuan Uji Kepekaan Antimikroba di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin: Studi Retrospektif (dibimbing oleh Muh. Akbar Bahar, M.Pharm.Sc., Ph.D., Apt. dan Dr.dr. Sudirman Katu, Sp.PD.-KPTI.,FINASIM). Latar belakang: Studi retrospektif pada tingkat rumah sakit yang menggabungkan konsumsi antibiotik terstandardisasi dengan temuan kepekaan antimikroba masih terbatas di Indonesia. Penelitian ini mengevaluasi pola konsumsi antibakteri sistemik dan temuan mikrobiologi yang tersedia selama tiga tahun di sebuah rumah sakit pendidikan di Indonesia. Metode: Studi retrospektif penggunaan obat tingkat rumah sakit dengan penilaian tahunan berulang dilakukan di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia, dari Januari 2023 hingga Desember 2025. Antibakteri sistemik dalam kelompok Anatomical Therapeutic Chemical J01 dihitung menggunakan metode Defined Daily Dose dari World Health Organization dan dinyatakan sebagai DDD per 100 hari-pasien. Distribusi isolat bakteri dan persentase isolat yang dilaporkan sensitif terhadap antimikroba dianalisis secara deskriptif. Data konsumsi antibiotik dan mikrobiologi tidak ditautkan pada tingkat pasien. Hasil: Terdapat 12.598 pasien rawat inap dengan paparan antibiotik. Konsumsi antibakteri sistemik meningkat dari 71,53 DDD/100 hari-pasien pada 2023 menjadi 99,79 pada 2024 dan 119,38 pada 2025, atau meningkat 66,9%. Cefixime oral merupakan antibiotik dengan konsumsi tertinggi setiap tahun dan menyumbang 46,8%, 47,4%, dan 54,4% dari total konsumsi tahunan. Sebanyak 612 isolat bakteri tercatat, dengan organisme terbanyak berupa Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli, Acinetobacter baumannii, dan Klebsiella pneumoniae. Temuan yang tersedia menunjukkan rendahnya kepekaan Escherichia coli terhadap ceftriaxone dan Ciprofloxacin serta berkurangnya kepekaan Acinetobacter baumannii terhadap beberapa antimikroba. Kepekaan trimetoprim-sulfametoksazol pada Staphylococcus aureus relatif tinggi, tetapi ketidaksesuaian hasil metisilin dan cefoxitin menghalangi estimasi prevalensi MRSA. Kesimpulan: Konsumsi antibakteri sistemik meningkat secara substansial dan semakin terkonsentrasi pada cefixime, suatu antibiotik kategori Watch. Temuan ini mendukung audit terarah penggunaan cefixime, pemantauan berbasis AWaRe, penguatan program pengendalian resistensi antimikroba, serta standardisasi pelaporan laboratorium untuk menghasilkan antibiogram rumah sakit yang andal.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: konsumsi antibiotik; kepekaan antimikroba; ATC/DDD; pengendalian resistensi antimikroba.
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions (Program Studi): Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 22 Oct 2026 05:19
Last Modified: 22 Oct 2026 05:19
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60179

Actions (login required)

View Item
View Item