Pola Spasial Persebaran Ritel Modern dalam Merespons Perubahan Perilaku Belanja Masyarakat di Era Digital di Kecamatan Wajo, Kota Makassar = Spatial Patterns of Modern Retail Distribution in Response to Changes in People's Shopping Behavior in the Digitalization Era in Wajo District, Makassar City


RAFA, AISHA SHARFIN (2026) Pola Spasial Persebaran Ritel Modern dalam Merespons Perubahan Perilaku Belanja Masyarakat di Era Digital di Kecamatan Wajo, Kota Makassar = Spatial Patterns of Modern Retail Distribution in Response to Changes in People's Shopping Behavior in the Digitalization Era in Wajo District, Makassar City. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of D101221029-fulll.pdf] Text
D101221029-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (8MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Transformasi digital telah mendorong pertumbuhan e-commerce sekaligus ekspansi ritel modern secara bersamaan di kawasan perkotaan, menciptakan dinamika baru dalam geografi ritel yang mempertemukan konsep death of distance dengan strategi proximity retailing. Di Kecamatan Wajo, Kota Makassar, kedua fenomena ini berlangsung beriringan di tengah kawasan perdagangan dan jasa yang padat, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai relevansi jarak fisik dan pola spasial ritel dalam era digital. Tujuan. Penelitian ini bertujuan memetakan pola persebaran spasial ritel modern, mengidentifikasi tingkat keterjangkauan ritel modern, dan mengkaji hubungan antara tingkat keterjangkauan ritel dengan preferensi belanja masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari di Kecamatan Wajo, Kota Makassar. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis spasial dan deskriptif komparatif. Analisis spasial meliputi Average Nearest Neighbor (ANN), Kernel Density Analysis, Buffer Analysis radius 300 meter, dan analisis overlay menggunakan perangkat SIG. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 100 responden yang dipilih secara proportionate stratified random sampling berdasarkan data kependudukan Kecamatan Wajo tahun 2025. Hasil. Terdapat 12 titik ritel modern di Kecamatan Wajo dengan pola persebaran acak (NNR = 1,145; p-value = 0,316) yang terkonsentrasi secara linear di sepanjang koridor jalan arteri dan kolektor, mencerminkan orientasi pada aksesibilitas pergerakan dibandingkan sebaran permukiman. Analisis buffer menunjukkan bahwa meskipun 70,94% luas wilayah berada dalam zona terjangkau, hanya 14,47 dari 27,73 hektar (52,18%) kawasan perumahan yang tercakup dalam radius 300 meter, mengindikasikan fenomena coverage paradox. Sebanyak 56% responden merupakan pengguna aktif e-commerce, namun ritel fisik tetap menjadi pilihan utama untuk kebutuhan harian dengan 81% responden memilih ritel fisik karena kemudahan akses, sementara e-commerce lebih dimanfaatkan untuk kebutuhan non-harian. Sebanyak 65% responden menyatakan kedekatan ritel fisik memengaruhi frekuensi penggunaan e-commerce mereka. Kesimpulan. Pola spasial ritel modern di Kecamatan Wajo lebih berorientasi pada koridor aksesibilitas jalan utama dibandingkan sebaran permukiman penduduk, menghasilkan ketimpangan keterjangkauan (spatial inequity). Konsep death of distance terbukti bersifat selektif, dimana friction of distance tetap signifikan untuk kebutuhan harian, sementara kedua saluran belanja bersifat komplementer, bukan substitutif. Ritel modern merespons era digital bukan dengan relokasi ke permukiman, melainkan dengan konsolidasi posisi strategis di jalur mobilitas tinggi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Ritel Modern, E-Commerce, Proximity Retailing, The Death Of Distance
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Perencanaan Wilayah Kota
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 22 Oct 2026 06:26
Last Modified: 22 Oct 2026 06:26
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60169

Actions (login required)

View Item
View Item