STRATEGI PENGEMBANGAN PENGOLAHAN RUMPUT LAUT DENGAN PENERAPAN Business Model Canvas (BMC) (Studi Kasus: PT Bantimurung Indah)


RESKI, RESKI (2026) STRATEGI PENGEMBANGAN PENGOLAHAN RUMPUT LAUT DENGAN PENERAPAN Business Model Canvas (BMC) (Studi Kasus: PT Bantimurung Indah). Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of P042221003-NS9K26agAL5UYJxX-20260818163443.pdf] Text
P042221003-NS9K26agAL5UYJxX-20260818163443.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang: PT Bantimurung Indah merupakan salah satu perusahaan pengolahan rumput laut tertua di Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Perusahaan ini menghadapi tantangan internal yaitu terbatasnya teknologi produksi dan belum dikembangkannya produk turunan rumput laut, dan tantangan eksternal yaitu persaingan industri yang semakin ketat baik di pasar domestik maupun internasional. Tujuan: menganalisis model bisnis PT Bantimurung Indah dengan pendekatan Business Model Canvas (BMC), mengevaluasi sumber daya dan kemampuan perusahaan melalui kerangka VRIO, serta merumuskan alternatif dan prioritas strategi pengembangan usaha. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus yang melibatkan sepuluh informan dari pihak internal dan eksternal perusahaan, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan BMC, VRIO, matriks IFAS-EFAS, matriks IE, matriks SWOT, dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil: Sembilan elemen BMC perusahaan telah berjalan dengan baik, namun model bisnis masih berfokus pada produk setengah jadi. Analisis VRIO mengidentifikasi sertifikasi-lisensi serta penerapan quality control sebagai sumber keunggulan kompetitif berkelanjutan. Total skor IFAS sebesar 3,32 dan EFAS sebesar 3,20 menempatkan perusahaan pada kuadran I matriks IE, yaitu posisi tumbuh dan membangun (growth and build). Analisis QSPM menghasilkan tiga prioritas strategi tertinggi, yaitu pengembangan produk turunan bernilai tambah, perluasan segmen pasar melalui diversifikasi produk turunan, dan responsivitas terhadap perubahan tren pasar. Kesimpulan: Business Model Canvas (BMC) PT Bantimurung Indah berfokus pada produk setengah jadi sehingga potensi penciptaan nilai tambah melalui pengembangan produk turunan belum dimanfaatkan secara maksimal. Analisis VRIO menunjukkan tidak semua sumber daya dan kemampuan yang dimiliki perusahaan bersifat keunggulan kompetitif berkelanjutan, karena sebagian besar sumber daya juga dimiliki oleh pesaing sejenis, hanya sertifikasi-lisensi dan quality control yang tergolong sebagai keunggulan kompetitif berkelanjutan. Perumusan alternatif strategi melalui analisis SWOT menghasilkan sebelas alternatif strategi yang sesuai dengan posisi perusahaan pada kuadran tumbuh dan membina dalam matriks IE. Analisis QSPM menetapkan tiga prioritas strategi utama untuk dijalankan PT Bantimurung Indah, yaitu pengembangan produk turunan bernilai tambah, perluasan segmen pasar melalui diversifikasi produk turunan rumput laut, dan responsivitas terhadap perubahan tren pasar. Ketiga strategi tersebut dinilai mampu menjawab tantangan internal dan eksternal perusahaan sekaligus menjadi dasar perumusan model bisnis baru yang lebih berorientasi pada penciptaan nilai tambah.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Business Model Canvas, VRIO, SWOT, QSPM, rumput laut
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Agribisnis
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 22 Oct 2026 02:40
Last Modified: 22 Oct 2026 02:40
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60158

Actions (login required)

View Item
View Item