Uji efektivitas ekstrak etanol tempe terhadap biomarker inflamasi pada tikus putih (rattus novegicus) Obesitas


SADIKIN, MUHAMMAD (2026) Uji efektivitas ekstrak etanol tempe terhadap biomarker inflamasi pada tikus putih (rattus novegicus) Obesitas. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of P062231056-VMkpWJ1TwzIGtArd-20260819140747.pdf] Text
P062231056-VMkpWJ1TwzIGtArd-20260819140747.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRACT MUHAMMAD SADIKIN. Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Tempe terhadap Biomarker Inflamasi pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Obesitas (dibimbing oleh M. Aryadi Arsyad dan Yulia Yusrini Djabir) Latar Belakang. Obesitas merupakan gangguan metabolik kronis yang berkaitan dengan terjadinya inflamasi sistemik derajat rendah (chronic low-grade inflammation) akibat peningkatan mediator proinflamasi, seperti tumor necrosis factor-alpha (TNF-α) dan C-Reactive Protein (CRP). Tempe sebagai pangan fermentasi kedelai oleh Rhizopus sp. mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti isoflavon, flavonoid, dan fenolik yang memiliki aktivitas antioksidan serta berpotensi sebagai agen antiinflamasi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol tempe terhadap penurunan kadar TNF-α dan CRP pada tikus putih (Rattus norvegicus) model obesitas yang diinduksi diet tinggi lemak. Metode. Penelitian ini merupakan eksperimen laboratoris dengan desain post-test only control group design. Sebanyak 25 ekor tikus jantan galur Wistar dibagi secara acak menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), ekstrak etanol tempe dosis 1000 mg/kgBB, 2000 mg/kgBB, 4000 mg/kgBB, serta kontrol positif (simvastatin 0,9 mg/kgBB). Perlakuan diberikan secara oral selama tujuh hari. Analisis TNF-α dilakukan menggunakan uji Kruskal-Wallis, sedangkan CRP menggunakan One-Way ANOVA dilanjutkan uji Tukey HSD. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kadar TNF-α yang signifikan antar kelompok (p = 0,039). Dosis ekstrak etanol tempe 4000 mg/kgBB menghasilkan kadar TNF-α sebesar 4,93 ± 1,94 pg/mL, mendekati kelompok simvastatin (5,20 ± 1,87 pg/mL). Kadar CRP juga menunjukkan perbedaan bermakna antarkelompok (p = 0,020), dengan penurunan pada kelompok perlakuan ekstrak tempe dibandingkan dengan kontrol negatif. Kesimpulan. Ekstrak etanol tempe berpotensi sebagai agen antiinflamasi pada tikus obesitas dengan dosis 4000 mg/kgBB memberikan efek paling optimal terhadap penurunan TNF-α dan CRP.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: CRP, inflamasi, obesitas, tempe, tumor necrosis factor-alpha
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Ilmu Biomedik
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 22 Oct 2026 02:18
Last Modified: 22 Oct 2026 02:18
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60154

Actions (login required)

View Item
View Item