ASHRI, NURUL HIKMAH (2026) ANALISIS HAMBATAN PENERAPAN PHARMACEUTICAL CARE DI APOTEK KOMUNITAS DI INDONESIA. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
N012221022-mFKTlMPQoBUEcCIv-20260821172942.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Hambatan Multidimensi terhadap Penerapan Pelayanan Kefarmasian di Apotek Komunitas: Studi Cross-Sectional di Indonesia Nurul Hikmah Ashri1, Yulia Yusrini Djabir1, Muh. Akbar Bahar1* 1 Department of Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Hasanuddin, Makassar, South Sulawesi, Indonesia *Corresponding author, E-mail: akbarbahar@unhas.ac.id Abstrak Latar Belakang: Meskipun manfaatnya dalam meningkatkan luaran terkait pengobatan telah terbukti dengan jelas, penerapan asuhan kefarmasian dalam praktik apotek komunitas masih belum optimal, khususnya di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah seperti Indonesia. Kesenjangan ini membatasi kontribusi apoteker terhadap penggunaan obat yang aman, efektif, dan berpusat pada pasien. Tujuan: Mengidentifikasi dan menganalisis hambatan multidimensi terhadap penerapan asuhan kefarmasian di apotek komunitas di Indonesia. Metode: Studi multisenter dengan desain *cross-sectional* dilakukan menggunakan kuesioner tervalidasi yang diisi secara mandiri oleh responden dan disebarkan secara daring. Peserta yang memenuhi kriteria adalah apoteker dengan pengalaman minimal satu tahun dalam praktik apotek komunitas di Indonesia yang mengisi survei secara sukarela. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil: Sebanyak 737 apoteker dilibatkan dalam penelitian ini. Hambatan di seluruh domain sebagian besar dinilai sebagai faktor yang penting atau sangat penting. Hambatan utama terkait sumber daya meliputi keterbatasan waktu (43,8% menilai sangat penting), kurangnya insentif finansial (48,5%), dan dukungan teknologi yang tidak memadai (49,7%). Kurangnya pengakuan terhadap peran apoteker, baik di kalangan pasien (45,1%) maupun tenaga kesehatan lain (44,7%), juga sering dilaporkan. Dari segi kompetensi, kesenjangan dalam pengetahuan klinis (52,3%), keterampilan penilaian farmakoterapi (50,5%), dan kepercayaan diri profesional (55,7%) diidentifikasi sebagai tantangan utama. Pada tingkat sistem, kurangnya pedoman praktik klinis (51,5%) serta dukungan regulasi dan sistem yang tidak memadai (masing-masing sebesar 50,1% dan 49,4%) juga menjadi sorotan. Kesimpulan: Penerapan asuhan kefarmasian di apotek komunitas di Indonesia terkendala oleh berbagai hambatan yang saling berkaitan, yang mencakup tingkat individu, organisasi, dan sistem. Mengatasi tantangan ini memerlukan strategi terkoordinasi, termasuk penguatan kapasitas tenaga kerja, peningkatan dukungan organisasi, peningkatan pengakuan profesional dan publik terhadap peran apoteker, serta pengembangan kerangka kerja regulasi dan sistem untuk mendukung asuhan kefarmasian yang berpusat pada pasien.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pharmaceutical Care, Apotek Komunitas, Apoteker |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Farmasi > Farmasi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 22 Oct 2026 02:36 |
| Last Modified: | 22 Oct 2026 02:36 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60152 |
