Isolasi dan Karakterisasi Molekuler Fungi Endofit dari Sargassum sp. dan Uji Aktivitas Antioksidan Metabolit yang Dihasilkan


PERMATA, ZORAYA INDAH (2026) Isolasi dan Karakterisasi Molekuler Fungi Endofit dari Sargassum sp. dan Uji Aktivitas Antioksidan Metabolit yang Dihasilkan. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of N012221021-SWMdy0jvA2DzoT9R-20260821012051.pdf] Text
N012221021-SWMdy0jvA2DzoT9R-20260821012051.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK ZORAYA INDAH PERMATA. Isolasi dan Karakterisasi Molekuler Fungi Endofit dari Sargassum sp. dan Uji Aktivitas Antioksidan Metabolit yang Dihasilkan (dibimbing oleh Sartini dan Abdul Rahim) Latar belakang. Sargassum spp. merupakan makroalga cokelat yang kaya akan senyawa bioaktif dengan berbagai aktivitas farmakologis, termasuk aktivitas antioksidan. Eksploitasi Sargassum spp. secara langsung dalam skala besar berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem laut sehingga diperlukan alternatif pemanfaatan yang berkelanjutan, salah satunya melalui pemanfaatan fungi endofit yang hidup bersimbiosis dengan alga tersebut. Fungi endofit diketahui mampu menghasilkan metabolit sekunder yang serupa dengan metabolit inangnya, sedangkan keragaman dan potensi bioaktifnya dapat dipengaruhi oleh lokasi dan musim. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi fungi endofit dari Sargassum spp. yang diperoleh dari perairan Pulau Lae-Lae, Makassar, Sulawesi Selatan, mengevaluasi aktivitas antioksidan metabolit yang dihasilkan, mengidentifikasi golongan senyawa aktif, serta menentukan spesies isolat dengan aktivitas tertinggi melalui karakterisasi molekuler. Metode. Isolasi fungi dilakukan menggunakan media Potato Dextrose Agar yang ditambahkan kloramfenikol (PDAC) melalui tahapan sterilisasi permukaan secara bertingkat. Dua isolat murni, yaitu IFESA1 dan IFESA2, berhasil diperoleh. Masing-masing isolat difermentasi dalam Potato Dextrose Broth yang mengandung 1% ekstrak khamir selama 11 hari, kemudian diekstraksi menggunakan etanol 96% dan dipartisi dengan etil asetat. Fraksi etil asetat dianalisis secara kualitatif menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dan diuji aktivitas antioksidannya menggunakan pereaksi semprot DPPH. Pengujian kuantitatif dilakukan dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometer UV-Vis microplate. Hasil. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa kedua isolat fungi endofit dan inangnya mengandung senyawa fenolik. Hasil uji KLT-DPPH menunjukkan adanya bercak yang memiliki aktivitas antioksidan pada kedua isolat, sedangkan fraksi Sargassum spp. tidak menunjukkan aktivitas antioksidan. Pada pengujian kuantitatif, IFESA1 menunjukkan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dengan nilai IC₅₀ sebesar 200,5 ± 8,0 ppm, sedangkan IFESA2 memiliki nilai IC₅₀ sebesar 346,1 ± 8,9 ppm. Berdasarkan karakterisasi molekuler menggunakan sekuens ITS rDNA, isolat IFESA1 menunjukkan tingkat kemiripan dengan Penicillium citrinum (Persen identitas mencapai 100%). Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fungi endofit yang berasal dari Sargassum sp. lokal berpotensi menjadi sumber senyawa antioksidan alami dan dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber bahan bioaktif.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Sargassum spp., fungi endofit, antioksidan, Penicillium citrinum
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions (Program Studi): Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 22 Oct 2026 02:08
Last Modified: 22 Oct 2026 02:08
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60146

Actions (login required)

View Item
View Item