MARDATILLAH, SUCITANUR (2026) EVALUASI KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN PESISIR BERDASARKAN INDIKATOR KUALITAS AIR DALAM KERANGKA ECO SETTLEMENT DI KELURAHAN BULUMINUNG KECAMATAN PENAJAM. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
P082231006-Q9EBLwqW7xG6rcl3-20260822003232.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK SUCITANUR MARDATILLAH. Evaluasi Kualitas Lingkungan Permukiman Pesisir Berdasarkan Indikator Kualitas Air Dalam Konsep Eco Settlement di Kelurahan Buluminung Kecamatan Penajam. (Dibimbing oleh Prof.Dr.Ir.Idawarni J Asmal, M.T. dan Dr.Ir.H.Samsuddin Amin.,M.T) Latar Belakang: Kualitas lingkungan merupakan salah satu aspek krusial dalam keberlanjutan permukiman pesisir terutama pada kawasan yang bergantung pada sumber air sumur komunal. Dalam konsep Eco Settlement, Kualitas dan kuantitas air merupakan indikator pada simensi ekologi yang dapat menggambarkan kondisi lingkungan permukiman. Kelurahan Buluminung merupakan kawasan permukiman pesisir yang mengalami perkembangan kawasan dan peningkatan aktivitas masyarakat sehingga berpotensi memberikan tekanan terhadap kualitas air. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas lingkungan permukiman pesisir berdasarkan indikator kualitas air serta merumuskan arahan peningkatan kualitas lingkungan di RT 001 Kelurahan Buluminung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif observasional dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling pada tiga sumur komunal yang dikelompokkan berdasarkan jarak terhadap garis pantai, yaitu S01 dengan jarak 200–300 meter, S02 dengan jarak 100–200 meter, dan S03 dengan jarak kurang dari 100 meter. Kualitas air dianalisis melalui uji laboratorium parameter fisika, kimia, dan mikrobiologi. Analisis data dilakukan secara deskriptif komparatif dengan membandingkan hasil pengujian terhadap standar kualitas air yang digunakan dalam penelitian, serta analisis spasial untuk menggambarkan variasi kualitas air berdasarkan karakteristik lokasi dan kondisi lingkungan di sekitar sumber air. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air pada tiga sumur komunal belum sepenuhnya memenuhi standar yang digunakan. Permasalahan kualitas air ditemukan pada parameter kekeruhan, pH, besi (Fe), dan mikrobiologi. Nilai kekeruhan pada S01 dan S02 masing-masing sebesar 34,8 NTU dan pada S03 sebesar 115 NTU, sedangkan nilai pH pada S01 sebesar 3,95 dan S02 sebesar 3,66 berada di bawah standar. Kadar Fe pada S02 sebesar 0,246 mg/L melebihi nilai ambang batas. Pada parameter mikrobiologi, total coliform ditemukan dalam kategori TNTC pada S01 dan S02, sedangkan Escherichia coli ditemukan pada S01 sebesar 25 CFU/100 mL. Variasi kualitas air menunjukkan bahwa kondisi setiap sumber air memiliki karakteristik permasalahan yang berbeda dan tidak semata-mata ditentukan oleh jarak terhadap garis pantai, tetapi juga berkaitan dengan kondisi lokal sumber air dan lingkungan di sekitarnya. Kesimpulan: Kualitas lingkungan permukiman pesisir berdasarkan indikator kualitas air belum optimal dan menunjukkan permasalahan yang berbeda setiap lokasi. Arahan peningkatan meliputi perbaikan kondisi fisik sumur, peningkatan sanitasi, pengendalian sumber pencemar dan sampah, pemantauan kualitas air berkala, serta penguatan pengelolahan sumber air berbasis masyarakat sebagai upaya mendukung penerapan prinsip Eco settlement pada dimensi ekologi.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Kualitas Lingkungan, Permukiman Pesisir, Kualitas Air, Sumur Komunal, Eco Settlement |
| Subjects: | T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Teknik Perencanaan Prasarana |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 22 Oct 2026 02:30 |
| Last Modified: | 22 Oct 2026 02:30 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60145 |
