Diterpen Cassane dan Norcassane dari Tanaman Bagore (Caesalpinia crista L.) sebagai Antimalaria: Kajian QSAR, Molecular Docking, dan Molecular Dynamics


PARINDING, CORNEL AKINZ KRISTALPU (2026) Diterpen Cassane dan Norcassane dari Tanaman Bagore (Caesalpinia crista L.) sebagai Antimalaria: Kajian QSAR, Molecular Docking, dan Molecular Dynamics. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of N011221117-lpNkAbFwmzqMj61I-20260810140907.pdf] Text
N011221117-lpNkAbFwmzqMj61I-20260810140907.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Malaria tetap menjadi masalah kesehatan global yang serius dengan tantangan utama berupa resistensi parasit terhadap obat-obatan konvensional seperti chloroquine. Tanaman bagore (Caesalpinia crista L.) secara tradisional digunakan sebagai obat antimalaria karena kandungan senyawa diterpen (cassane dan norcassane). Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan struktur dan aktivitas (QSAR), mengevaluasi interaksi senyawa melalui molecular docking dan stabilitas interaksi melalui molecular dynamics pada senyawa tanaman bagore. Metode. Penelitian dilakukan dengan metode QSAR menggunakan metode multi linear regression (MLR) untuk membuat model QSAR. Molecular docking dilakukan pada protein target Plasmodium falciparum Dihydrorotate Dehydrogenase (PfDHODH) dan Enoyl-Acyl Carrier Protein Reductase (PfENR). Stabilitas kompleks ligan-protein divalidasi dengan molecular dynamics molekul selama 100 ns melalui parameter RMSD, RMSF, dan Radius of Gyration (Rg). Hasil. Model QSAR terbaik (Model 7) menunjukkan korelasi yang kuat (R2= 0,9044; Q2= 0,795). Hasil modifikasi menunjukkan lima senyawa memiliki prediksi yang lebih baik daripada chloroquine, dengan senyawa S28Br dan S40Br dengan nilai terendah (0,08 µM). Pada analisis docking menunjukkan energi ikatan yang lebih baik pada PfDHODH, tetapi pada PfENR, nilai ikatan lebih kecil dibandingkan native ligand dan chloroquine. Molecular dynamics mengonfirmasi bahwa senyawa modifikasi tersebut memiliki pengikatan yang stabil dan tidak mengalami fluktuasi signifikan selama simulasi. Hasil uji toksisitas menunjukan hasil rendah pada hERG tetapi memiliki potensi sedang pada AMES toxicity dan hepatotoxicity. Kesimpulan. Modifikasi senyawa bonducellpin C dan norcaesalpin E dengan penambahan gugus karbonil (=O) dan unsur halogen (Br) secara signifikan meningkatkan potensi aktivitas antimalaria. Senyawa-senyawa ini layak dipertimbangkan untuk sintesis lebih lanjut dan pengujian in vitro.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Caesalpinia crista L., Malaria, QSAR, Molecular Docking, Molecular Dynamics, Diterpen
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions (Program Studi): Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 22 Oct 2026 02:56
Last Modified: 22 Oct 2026 02:56
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60138

Actions (login required)

View Item
View Item