Analisis Spasial Sebaran Limbah Organik dan Evaluasi Indeks Pencemaran Serta Pengaruhnya Terhadap Tingkat Eutrofikasi di Perairan Teluk Awerange Kabupaten Barru


RIDWAN, . (2026) Analisis Spasial Sebaran Limbah Organik dan Evaluasi Indeks Pencemaran Serta Pengaruhnya Terhadap Tingkat Eutrofikasi di Perairan Teluk Awerange Kabupaten Barru. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of P032221004-iA8RjOTX3CcerLWt-20260821201722.pdf] Text
P032221004-iA8RjOTX3CcerLWt-20260821201722.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

RIDWAN. Analisis Spasial Sebaran Limbah Organik dan Evaluasi Indeks Pencemaran Serta Pengaruhnya Terhadap Tingkat Eutrofikasi di Perairan Teluk Awerange Kabupaten barru (dibimbing oleh Muhammad Farid Samawi dan Rahmadi Tambaru) Latar belakang: Perairan Teluk Awerange, Kabupaten Barru, merupakan kawasan pesisir yang dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas antropogenik sehingga berpotensi meningkatkan masukan bahan pencemar organik dan anorganik yang memengaruhi kualitas perairan. Metode: Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas perairan berdasarkan parameter fisika, kimia, dan biologi menggunakan Indeks Pencemaran (IP), menentukan status trofik berdasarkan Trophic Index (TRIX), serta memetakan persebaran Biological Oxygen Demand (BOD₅), Total Suspended Solids (TSS), amonia, nitrat, dan fosfat di Perairan Teluk Awerange. Penelitian dilaksanakan pada November 2024 di delapan stasiun pengamatan. Pengukuran kualitas air dilakukan secara in situ dan analisis laboratorium sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), sedangkan analisis spasial dilakukan menggunakan ArcGIS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata suhu 30,38 °C, salinitas 34 ppt, pH 7,73, DO 6,06 mg/L, BOD₅ 3,47 mg/L, TSS 31,77 mg/L, kecerahan 6,60 m, dan klorofil-a 5,52 mg/m³. Parameter suhu, salinitas, pH, DO, BOD₅, TSS, dan kecerahan memenuhi baku mutu air laut, sedangkan nitrat 0,116 mg/L, nitrit 0,009 mg/L, amonia 1,41 mg/L, dan fosfat 0,026 mg/L melampaui baku mutu. Analisis spasial menunjukkan tingginya konsentrasi BOD₅, TSS, amonia, nitrat, dan fosfat pada kawasan yang dipengaruhi aktivitas antropogenik. Nilai Indeks Pencemaran berkisar antara 2,93–3,67 sehingga Perairan Teluk Awerange tergolong tercemar ringan, sedangkan nilai TRIX berkisar antara 4,17–4,71 yang menunjukkan kondisi mesotrofik. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antropogenik telah memberikan tekanan terhadap kualitas Perairan Teluk Awerange yang ditandai dengan status tercemar ringan, meskipun kondisi trofiknya masih berada pada kategori mesotrofik. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar ilmiah bagi pengelolaan kualitas perairan pesisir, pengendalian sumber pencemar, serta pemantauan kondisi lingkungan perairan secara berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Kualitas perairan, Indeks Pencemaran, Trophic Indeks (TRIX)
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Pengelolaan Lingkungan Hidup
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 22 Oct 2026 01:24
Last Modified: 22 Oct 2026 01:24
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60107

Actions (login required)

View Item
View Item