DEKARBONISASI INDUSTRI KERAMIK INDONESIA: INTEGRASI LIFE CYCLE ASSESSMENT, ANALISIS EFISIENSI ENERGI TEMPORAL, DAN KUANTIFIKASI KONTRIBUSI PLTS ON-SITE


PASAE, RANSI (2026) DEKARBONISASI INDUSTRI KERAMIK INDONESIA: INTEGRASI LIFE CYCLE ASSESSMENT, ANALISIS EFISIENSI ENERGI TEMPORAL, DAN KUANTIFIKASI KONTRIBUSI PLTS ON-SITE. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of P033221003-oJCYwZNe1mGXcU2v-20260729160006.pdf] Text
P033221003-oJCYwZNe1mGXcU2v-20260729160006.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK RANSI PASAE. Dekarbonisasi Industri Keramik Indonesia: Integrasi Life Cycle Assessment, Analisis Efisiensi Energi Temporal, dan Kuantifikasi Kontribusi PLTS On-Site (Dibimbing oleh M. Rijal Idrus, Hazairin Zubair dan Darhamsyah). Industri keramik merupakan subsektor manufaktur intensif energi, dengan biaya energi mencapai 30–45% dari total biaya produksi. Ketiadaan inventori emisi GRK berbasis data primer dan analisis efisiensi energi temporal di Indonesia menyebabkan peluang dekarbonisasi berbiaya rendah belum teridentifikasi, menghambat pencapaian target Enhanced NDC 2030. Penelitian ini bertujuan: 1) mengkuantifikasi baseline emisi GRK dan potensi mitigasi teknis melalui LCA gate- to-gate; 2) menganalisis variasi temporal intensitas energi bulanan dan potensi penghematan tanpa investasi modal; dan 3) mengkuantifikasi kontribusi PLTS on- site terhadap penghindaran emisi Scope 2 serta memodelkan skenario ekspansinya, membentuk peta jalan dekarbonisasi terpadu bagi industri keramik Indonesia. Penelitian dilaksanakan di PT Sinar Karya Duta Abadi, menggunakan data operasional primer Januari–Desember 2024. Studi 1 menerapkan LCA gate- to-gate ISO 14040/14044 pada tiga belas sumber emisi Scope 1 dan 2, dilengkapi analisis sensitivitas OAT dan biaya siklus hidup (LCC). Studi 2 menganalisis variasi bulanan KEPS_E dan KEPS_H melalui korelasi Pearson dan pembandingan kinerja internal. Studi 3 mengkuantifikasi kontribusi PLTS menggunakan Self-Sufficiency Index (SSI) bulanan per unit, memanfaatkan eksperimen alami komisioning PLTS 3 (Juli 2024), serta memodelkan lima skenario ekspansi. LCA menghasilkan baseline 108.507,95 ton CO₂-eq/tahun (7,3401 kg CO₂-eq/m²) atas produksi 14.782.953 m², dengan gas kiln (67,29%) dan listrik PLN (30,60%) sebagai sumber dominan. Skenario WHR 15% mengurangi emisi 10.952,89 ton/tahun (10,09%); kombinasi WHR+biogas menghasilkan 18.619,91 ton/tahun (17,16%), keduanya layak ekonomis. Analisis temporal mengidentifikasi variasi KEPS_E 32,21%, dengan 81,93% dijelaskan volume produksi (r = −0,9051; p < 0,001) melalui dilusi biaya tetap; potensi penghematan tanpa investasi: 9.699,5 ton CO₂-eq/tahun (8,94%). PLTS menghasilkan 3.556.288 kWh (SSI 8,52%), menghindari 3.093,97 ton CO₂- eq/tahun; komisioning PLTS 3 meningkatkan penghindaran 61,6%, setara 1,218 ton CO₂-eq/kWp/tahun. Skenario S2 (SSI 30%) menambah 7.794,9 ton/tahun. Integrasi ketiga studi menghasilkan peta jalan dekarbonisasi tiga lapis: pembandingan operasional (9.699,5 ton/tahun; nol biaya; 0–1 tahun), WHR 15% (10.952,9 ton/tahun; 1–3 tahun), dan ekspansi PLTS ke SSI 30% (7.794,9 ton/tahun; 2–5 tahun). Gabungan ketiganya mengurangi emisi 28.447,3 ton CO₂- eq/tahun (26,22%), menurunkan intensitas dari 7,3401 menjadi 5,4157 kg CO₂- eq/m², konsisten dengan target NDC 2030 dan visi net-zero 2060.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Life Cycle Assessment; emisi gas rumah kaca; industri keramik; intensitas energi temporal; Self-Sufficiency Index; fotovoltaik surya industri; dekarbonisasi
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Ilmu Lingkungan
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 22 Oct 2026 01:39
Last Modified: 22 Oct 2026 01:39
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60081

Actions (login required)

View Item
View Item