Transformasi Gulma Eceng Gondok Menjadi Bioetanol melalui Proses Hidrolisis dan Fermentasi sebagai Sumber Energi Alternatif


SAMSU, AHMAD RENDI (2025) Transformasi Gulma Eceng Gondok Menjadi Bioetanol melalui Proses Hidrolisis dan Fermentasi sebagai Sumber Energi Alternatif. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of D131211003-JyO6Alzc2BnKWGFw-20250531184545.pdf] Text
D131211003-JyO6Alzc2BnKWGFw-20250531184545.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Ketersediaan energi fosil bahan bakar minyak dalam negeri menjadi semakin menipis, bahkan di beberapa tempat terpencil mengalami kelangkaan pasokan. Salah satu alternatif dengan memanfaatkan sumber energi yang dapat diperbarui berupa bioetanol. Bioetanol dapat diperoleh dari hasil fermentasi gula oleh mikroorganisme pada tumbuh-tumbuahan, khususnya gulma eceng gondok yang menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang banyak tumbuh lebat di perairan seperti Danau UNHAS. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar glukosa, rendemen dan karakteristik tampakan, kadar etanol, kadar air, pH, densitas dan nilai kalor dari bioetanol yang terbuat dari tangkai dengan bioetanol yang terbuat dari daun eceng gondok. Metode. Transformasi bioetanol dengan metode delignifikasi menggunakan NaOH 5%, hidrolisis menggunakan H2SO4 7% (60 menit), fermentasi oleh mikroorganisme Saccharomyces cerevisiae pada ragi roti gloripan (72 jam), proses evaporasi menggunakan alat rotary evaporator untuk menguapkan kadar alkohol pada kedua sampel masing-masing 350 ml (6 jam). Pengujian dilakukan dengan pendekatan instrumental dengan alat Refractometer dan Bomb Calorimeter yang kemudian dianalisis secara gravimetri. Hasil. Analisis menunjukan bahwa kadar glukosa tangkai eceng gondok sebesar 6,8% dan daun eceng gondok sebesar 14,9%. Pada hasil rendemen diperoleh bioetanol sampel tangkai sebesar 9,14% dan 16,28%. Dari rendemen tersebut sehingga diperoleh hasil pengujian bioetanol, yang terdiri dari tampakan kedua sampel berwarna kuning bening tanpa ada endapan, kadar etanol masing-masing sampel tangkai dan daun sebesar 28% dan 38,5%. Kada air masing-masing kedua sampel tangkai dan daun sebesar 0,905%, 0,837%. Derajat keasaman (pH) dari kedua sampel tangkai dan daun masing-masing sebesar 3,87, 4,38. Sedangkan pada densitas setiap sampel sebesar 0,95 gr/ml pada bioetanol tangkai dan 0,88 gr/ml pada bioetanol daun. Terakhir nilai kalor masing masing kedua sampel tangkai dan daun sebesar 2473 kkal/kg dan 2491 kkal/kg. Kesimpulan. Kadar glukosa yang tinggi diperoleh dari hasil hidrolisis pada sampel daun dibanding tangkai eceng gondok, sehingga hasil fermentasi yang optimal dari sampel daun dan menghasilkan rendemen yang tinggi saat melakukan proses evaporasi yang mempengaruhi kualitas produk. Pengujian karakteristik bioetanol hanya parameter kadar air kedua sampel yang memenuhi standarisasi nasional.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Lingkungan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 22 Oct 2026 01:31
Last Modified: 22 Oct 2026 01:31
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60069

Actions (login required)

View Item
View Item