Uji Potensi Ekstrak Umbi Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) dalam Sediaan Gel sebagai Agen Anti-jerawat: Studi In vitro dan In vivo terhadap Cutibacterium acnes


AKBAR, MUHAMMAD CHAIRIL RISKYTA (2026) Uji Potensi Ekstrak Umbi Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) dalam Sediaan Gel sebagai Agen Anti-jerawat: Studi In vitro dan In vivo terhadap Cutibacterium acnes. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of P062241019-bYhFIP7OTpSc6KAk-20260814112113.pdf] Text
P062241019-bYhFIP7OTpSc6KAk-20260814112113.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

MUHAMMAD CHAIRIL RISKYTA AKBAR. Uji Potensi Ekstrak Umbi Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) dalam Sediaan Gel sebagai Agen Anti-jerawat: Studi In Vitro dan In Vivo terhadap Cutibacterium acnes (dibimbing oleh Yanti Leman dan Sulfahri). Latar Belakang : Acne vulgaris merupakan penyakit inflamasi kronis unit pilosebasea yang banyak dijumpai pada remaja dan dewasa muda. Cutibacterium acnes merupakan bakteri yang paling berperan dalam patogenesis. Penggunaan antibiotik topikal secara berkepanjangan diketahui dapat meningkatkan risiko resistensi, sehingga diperlukan alternatif terapi yang lebih aman, salah satunya dengan pemanfaatan bahan alam. Umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri dan antiinflamasi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri dan efektivitas gel ekstrak umbi bawang dayak sebagai agen anti-jerawat terhadap C. acnes secara in vitro dan in vivo Metode : Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian diformulasikan ke dalam sediaan gel dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi sumuran terhadap C. acnes, kemudian dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dan uji lanjut Tukey HSD untuk menentukan konsentrasi optimum, yang selanjutnya digunakan pada pengujian in vivo pada kelinci albino (Oryctolagus cuniculus) dengan parameter gambaran makroskopis lesi dan jumlah koloni bakteri. Hasil : Hasil menunjukkan bahwa seluruh formula gel mampu menghambat pertumbuhan C. acnes, dengan rerata diameter zona hambat pada konsentrasi 5%, 10% dan 15% berturut-turut sebesar 12,53 ± 3,39 mm; 15,31 ± 2,42 mm; dan 17,89 ± 1,10 mm. Uji One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan bermakna antar perlakuan (p=0,002). Formula 15% menunjukkan aktivitas antibakteri tertinggi dan tidak berbeda bermakna dengan klindamisin 1% (p=0,105) sehingga dipilih sebagai konsentrasi optimum untuk pengujian in vivo. Pada pengujian in vivo, formula ini menunjukkan kecenderungan perbaikan gambaran makroskopis lesi selama 14 hari pengamatan yang ditandai dengan berkurangnya eritema, pustula, dan inflamasi serta penurunan jumlah koloni bakteri. Kesimpulan : Formulasi gel ekstrak umbi bawang dayak 15% menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap C. acnes serta memperbaiki gambaran lesi dan menurunkan jumlah koloni bakteri pada model in vivo sehingga berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai agen anti-acne berbasis herbal.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Eleutherine bulbosa, bawang dayak, Acne vulgaris, Cutibacterium acnes, formulasi gel, antibakteri, antiinflamasi
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Ilmu Biomedik
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 22 Oct 2026 01:11
Last Modified: 22 Oct 2026 01:11
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60062

Actions (login required)

View Item
View Item