NOR, AISABELLA ZELIANTY (2026) ANALISIS KOMPARASI DAMPAK INTERMITENSI INTEGRASI PLTS DAN PLTB TERHADAP PROFIL TEGANGAN DAN RUGI DAYA IEEE 30 BUS. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
D041221001-KOUiXgBNmRCzd1jl-20260819103536.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (8MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Integrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) pada sistem tenaga listrik memiliki karakteristik daya keluaran yang intermiten akibat ketergantungannya terhadap kondisi meteorologi. Variasi tersebut dapat memengaruhi profil tegangan dan rugi daya sehingga diperlukan analisis probabilistik untuk menggambarkan kondisi operasi yang lebih representatif. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan pengaruh intermitensi integrasi PLTS dan PLTB terhadap profil tegangan dan rugi daya pada sistem IEEE 30 bus serta menentukan skenario integrasi terbaik. Metode. Penelitian menggunakan data NASA POWER per jam selama satu tahun. Radiasi matahari dimodelkan menggunakan distribusi Beta, sedangkan kecepatan angin dimodelkan menggunakan distribusi Weibull. Variasi daya keluaran dibangkitkan melalui simulasi Monte Carlo sebanyak 1000 iterasi. Lokasi integrasi ditentukan menggunakan Voltage Stability Index (VSI) dan Fast Voltage Stability Index (FVSI), kemudian setiap daya hasil Monte Carlo diinjeksi ke sistem dan dianalisis menggunakan Probabilistic Monte Carlo Load Flow berbasis metode Newton-Raphson pada MATPOWER. Skenario kapasitas yang dianalisis adalah 5 MW, 8 MW, 10 MW, dan 12 MW atau penetrasi 2,64%, 4,22%, 5,28%, dan 6,34%. Hasil. Distribusi Beta menghasilkan parameter α=08408 dan β=12736, sedangkan distribusi Weibull menghasilkan k=26235 dan c=41086 m/s. Hasil Monte Carlo menunjukkan daya rata-rata PLTS sebesar 0,1922 pu dan PLTB sebesar 0,0613 pu. PLTS diintegrasikan pada Bus 8 berdasarkan hasil VSI, sedangkan PLTB diintegrasikan pada Bus 28 berdasarkan hasil FVSI. Pada kondisi base case, tegangan minimum sistem sebesar 0,960624 pu dan rugi daya aktif sebesar 2,44380 MW. Skenario PLTS 12 MW menghasilkan kinerja terbaik dengan tegangan minimum sebesar 0,96123 pu atau meningkat 0,0638%, serta rugi daya aktif sebesar 2,3697 MW atau menurun 3,029%. Sementara itu, PLTB 12 MW menghasilkan tegangan minimum sebesar 0,960626 pu dengan kenaikan 0,000303% dan rugi daya aktif sebesar 2,44332 MW dengan penurunan 0,019617%. Kesimpulan. Integrasi PLTS dan PLTB sama-sama memberikan perbaikan terhadap kondisi sistem, namun berdasarkan skenario dan indikator yang dianalisis, PLTS 12 MW pada Bus 8 memberikan pengaruh paling besar terhadap peningkatan tegangan minimum dan penurunan rugi daya aktif sistem IEEE 30 bus.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | PLTS, PLTB, Intermitensi, Monte Carlo, Profil Tegangan dan Rugi Daya |
| Subjects: | T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Teknik > Teknik Elektro |
| Depositing User: | Unnamed user with username takdim |
| Date Deposited: | 21 Oct 2026 06:54 |
| Last Modified: | 21 Oct 2026 06:54 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60051 |
