Analisa Kinerja Sel Surya Berbasis Bahan Pewarna Anggur Merah Tersentisasi dengan Pelarut Ekstraksi Etanol, Metanol, dan Akuades


BADRIYYAH, NABILA (2026) Analisa Kinerja Sel Surya Berbasis Bahan Pewarna Anggur Merah Tersentisasi dengan Pelarut Ekstraksi Etanol, Metanol, dan Akuades. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of D041221005-5PuC3n2vwSQA6jEp-20260818144542.pdf] Text
D041221005-5PuC3n2vwSQA6jEp-20260818144542.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Kebutuhan energi terbarukan mendorong pengembangan teknologi sel surya yang murah, sederhana, dan ramah lingkungan. Salah satu opsi yang potensial adalah Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) yang memanfaatkan pigmen alami seperti antosianin sebagai photosensitizer penyerap cahaya. Namun, efisiensi DSSC alami sangat dipengaruhi oleh proses ekstraksi, khususnya jenis pelarut yang digunakan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pengaruh variasi pelarut ekstraksi (etanol, metanol, dan akuades) terhadap karakteristik ekstrak anggur merah serta performa kelistrikan DSSC yang dihasilkan. Metode. Ekstraksi pigmen antosianin kulit anggur merah dilakukan menggunakan metode maserasi selama 24 jam dengan rasio bahan terhadap pelarut 1:5 (10 gram : 50 mL) pada kondisi dikondisikan pH 2–3. Pengujian kelistrikan sel surya (luas aktif 1,28 cm2) dilakukan di dalam ruang tertutup (blackbox) berbasis mikrokontroler ESP32 menggunakan simulasi pencahayaan LED 100 Watt pada tiga fase intensitas (rendah, sedang, dan tinggi). Parameter yang diuji meliputi daya maksimum (Pmax), densitas arus hubung singkat (Jsc), fill factor (FF), dan efisiensi konversi daya (PCE). Hasil. Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan intensitas cahaya secara konsisten meningkatkan nilai Pmax, Jsc, dan PCE pada seluruh sampel. Pelarut etanol menghasilkan kinerja paling optimal di semua tingkat iluminasi. Pada intensitas cahaya tinggi, DSSC dengan pelarut etanol mencatatkan Pmax sebesar 0,0394 mW, Jsc sebesar 0,1180 mA/cm2, FF sebesar 0,4323, dan PCE mencapai 0,3306%. Nilai ini secara konsisten mengungguli spesimen dengan pelarut metanol Pmax 0,0323 mW; PCE 0,2733% dan pelarut akuades yang memberikan performa paling rendah Pmax 0,0230 mW; PCE 0,1939%). Kesimpulan. Jenis pelarut ekstraksi berpengaruh signifikan terhadap performa kelistrikan DSSC, di mana etanol terbukti menjadi pelarut paling efektif untuk mengekstraksi pigmen antosianin anggur merah guna menghasilkan respons fotovoltaik yang paling optimal.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: DSSC, antosianin, anggur merah, etanol, metanol, akuades, photosensitizer, fotovoltaik.
Subjects: T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Elektro
Depositing User: Unnamed user with username takdim
Date Deposited: 21 Oct 2026 06:51
Last Modified: 21 Oct 2026 06:51
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60048

Actions (login required)

View Item
View Item