PENGARUH KONTAMINASI PARTIKEL POLUTAN TERHADAP TEGANGAN TEMBUS PADA GAS SF₆ UNTUK APLIKASI GIS (GAS INSULATED SWITCHGEAR)


PUTRATA, ANDI FAHMI HUSEIN (2026) PENGARUH KONTAMINASI PARTIKEL POLUTAN TERHADAP TEGANGAN TEMBUS PADA GAS SF₆ UNTUK APLIKASI GIS (GAS INSULATED SWITCHGEAR). Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of D041221009-yCqoJAWIkiX0RxHL-20260818131238.pdf] Text
D041221009-yCqoJAWIkiX0RxHL-20260818131238.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Gas SF₆ banyak digunakan sebagai media isolasi pada Gas Insulated Switchgear (GIS) karena memiliki kekuatan dielektrik tinggi. Namun, keberadaan partikel polutan seperti karbon dan Aluminium Oksida (Al₂O₃) dapat memengaruhi distribusi medan listrik dan menurunkan kemampuan isolasi gas. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kontaminasi karbon dan Al₂O₃ terhadap tegangan tembus gas SF₆ serta membandingkan pengaruh kedua polutan terhadap kekuatan dielektrik SF₆. Metode. Pengujian dilakukan secara eksperimental menggunakan gas SF₆ bertekanan 1 bar dengan elektroda jarum–batang berjarak 0,5 cm. Variasi pengujian meliputi kondisi tanpa polutan dan kondisi terkontaminasi karbon serta Al₂O₃ pada konsentrasi 0,01 gram, 0,02 gram, 0,03 gram, dan 0,04 gram. Tegangan dinaikkan secara bertahap hingga terjadi tegangan tembus, dan setiap variasi diuji sebanyak lima kali. Hasil. Kondisi tanpa polutan menghasilkan rata-rata tegangan tembus tertinggi sebesar 21,29 kV. Pada kontaminasi Al₂O₃, rata-rata tegangan tembus berturut-turut sebesar 14,23 kV, 14,90 kV, 16,76 kV, dan 19,58 kV. Pada kontaminasi karbon, diperoleh rata-rata sebesar 14,83 kV, 15,19 kV, 15,00 kV, dan 17,47 kV. Hasil ini menunjukkan bahwa seluruh kondisi terkontaminasi memiliki tegangan tembus lebih rendah dibandingkan kondisi tanpa polutan. Kesimpulan. Kontaminasi karbon dan Al₂O₃ memengaruhi karakteristik tegangan tembus gas SF₆. Kondisi tanpa polutan memberikan performa isolasi terbaik, sedangkan keberadaan polutan menurunkan kekuatan dielektrik gas. Al₂O₃ menunjukkan nilai tegangan tembus yang lebih mendekati kondisi bersih pada konsentrasi tinggi, sedangkan karbon menunjukkan pola yang lebih tidak linier karena sifat konduktif dan perubahan kondisi partikelnya setelah breakdown.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: SF₆; tegangan tembus; karbon; Aluminium Oksida; GIS; kekuatan dielektrik.
Subjects: T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Elektro
Depositing User: Unnamed user with username takdim
Date Deposited: 22 Oct 2026 00:33
Last Modified: 22 Oct 2026 00:33
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60047

Actions (login required)

View Item
View Item