Pemanfaatan Minyak Nabati (Minyak Kelapa Sawit, Minyak Kelapa Murni, dan Minyak Biji Bunga Matahari) Sebagai Pengganti Minyak Mineral Pada Transformator Distribusi: Analisis Sifat Dielektrik dan Termal


ZAINUDDIN, ANNISA MEUTIA (2026) Pemanfaatan Minyak Nabati (Minyak Kelapa Sawit, Minyak Kelapa Murni, dan Minyak Biji Bunga Matahari) Sebagai Pengganti Minyak Mineral Pada Transformator Distribusi: Analisis Sifat Dielektrik dan Termal. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of D041221058-OXg5J7FCTbqvAYzr-20260818142705.pdf] Text
D041221058-OXg5J7FCTbqvAYzr-20260818142705.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Transformator distribusi merupakan komponen vital dalam sistem tenaga listrik yang memerlukan fluida isolasi berkualitas tinggi, baik sebagai penghambat medan listrik maupun sebagai media pendingin. Minyak mineral yang selama ini digunakan secara konvensional memiliki keterbatasan berupa ketersediaan yang semakin berkurang, sifat yang tidak terbarukan, serta potensi pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan minyak nabati, yakni minyak kelapa sawit (S1), minyak kelapa murni/VCO (S2), dan minyak biji bunga matahari (S3), serta kombinasi campurannya (S4, S5, S6) sebagai alternatif pengganti minyak mineral pada transformator distribusi melalui analisis sifat dielektrik dan termal. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode kuantitatif eksperimental di Laboratorium Minyak Transformator PT PLN (Persero) UPT Makassar dan Laboratorium Teknik Tegangan Tinggi, Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin. Enam sampel minyak diuji terhadap empat parameter, yaitu tegangan tembus (breakdown voltage), viskositas, titik nyala (flash point), dan massa jenis (density), kemudian dibandingkan dengan standar SPLN 49-91:1982. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh sampel minyak nabati memenuhi standar viskositas (≤40 cSt) dengan nilai berkisar antara 17,80–26,80 cSt, dan memenuhi standar titik nyala (≥140 °C) dengan nilai berkisar antara 160–180 °C, bahkan melampaui nilai minimum yang disyaratkan. Namun demikian, seluruh sampel belum memenuhi standar tegangan tembus minimum (>30 kV/2,5 mm), dengan nilai rata-rata tertinggi hanya mencapai 20,10 kV/2,5 mm pada sampel S5 (campuran VCO dan minyak biji bunga matahari). Seluruh sampel juga tidak memenuhi standar massa jenis (≤0,859 g/cm³), dengan nilai terendah sebesar 0,907 g/cm³. Penelitian ini menyimpulkan bahwa minyak nabati berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai isolasi transformator, khususnya dari sisi keamanan termal, namun masih memerlukan modifikasi atau perlakuan tambahan untuk memenuhi seluruh persyaratan standar isolasi yang berlaku.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: tegangan tembus, viskositas, titik nyala, massa jenis, SPLN 49-91:1982
Subjects: T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Elektro
Depositing User: Unnamed user with username takdim
Date Deposited: 21 Oct 2026 06:11
Last Modified: 21 Oct 2026 06:11
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60032

Actions (login required)

View Item
View Item