STUDI TRANSFORMASI MINERALOGI BATUBARA BONEHAU, KABUPATEN MAMUJU MELALUI PROSES PEMANASAN BERTAHAP


PINI, NATHALINE (2025) STUDI TRANSFORMASI MINERALOGI BATUBARA BONEHAU, KABUPATEN MAMUJU MELALUI PROSES PEMANASAN BERTAHAP. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of D111211066-5tB2XhlcViPTRxvG-20250616172844.pdf] Text
D111211066-5tB2XhlcViPTRxvG-20250616172844.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)

Abstract (Abstrak)

Pemanasan bertahap dilakukan hingga di bawah titik leleh (kalsinasi) yang bertujuan untuk menghilangkan kandungan air dan mempercepat oksidasi batubara sehingga nilai kalori batubara akan meningkat. Penelitian ini menggunakan sampel batubara dari Desa Tamalea, Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Potensi batubara ini perlu dikaji lebih lanjut mengenai proses karakterisasi yang perlu dilakukan untuk mengetahui komposisi unsur atau mineral penyusun yang terkandung dalam batubara Bonehau. Proses selanjutnya yaitu dilakukan studi transformasi mineralogi pada sampel batubara dari hasil pemanasan bertahap untuk mengetahui mengetahui perubahan yang terjadi pada mineral penyusun batubara Bonehau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari mineral penyusun batubara Bonehau, menganalisis pengaruh suhu pemanasan bertahap terhadap pengurangan massa batubara, dan menganalisis perubahan mineral penyusun batubara Bonehau setelah pemanasan bertahap. Analisis transformasi mineralogi dilakukan pada sampel batubara Bonehau berdasarkan dari hasil analisis mikroskopis, XRD (X-Ray Diffraction) sebelum pemanasan, dan XRD (X-Ray Diffraction) setelah pemanasan. Kondisi pemanasan ini dilakukan dengan berat sampel 10 gr, ukuran sampel 200 mesh, waktu pemanasan 60 menit dengan variabel bebas yaitu suhu dari 200℃, 400℃, 600℃, 800℃, dan 1000℃. Karakterisasi mineralogi menggunakan metode mikroskopis dan XRD sampel awal batubara Bonehau ditemukan quartz low (SiO2) sebesar 88,4%, goethite (FeO(OH)) sebesar 9,7%, arsenopyrite (FeAsS) sebesar 1,3%, dan pyrite (FeS2) sebesar 0,6%. Persentase pengurangan massa terjadi sebesar 7,40%; 10,80%; 14,70%, 20,40%; dan 26,60% dengan berturut-turut pada suhu 200℃, 400℃, 600℃, 800℃, dan 1000℃. Hasil analisis XRD setelah pemanasan menunjukkan transformasi mineral mulai terjadi pada suhu 400℃ sampai suhu 800℃ yaitu goethite menjadi hematite (Fe2O3) dan magnetite (Fe3O4), pyrite, dan arsenopyrite yang berubah menjadi troilite (FeS) pada suhu 600℃.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Pertambangan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 21 Oct 2026 08:04
Last Modified: 21 Oct 2026 08:04
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60011

Actions (login required)

View Item
View Item