M, MASYITHA LAKSMI. M (2026) Implementasi Interaksi Antar Teman Sebaya untuk Mendukung Pengembangan Keterampilan Berbicara: Studi Kasus Peserta BPEC = The Implementation of Peer Interaction to Support the Development of Speaking Skills: A Case Study of BPEC Participants. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
F041221042-vXcEZM5msIuaY0wt-20260804212329.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK MASYITHA LAKSMI. M. Implementasi Interaksi Antar Teman Sebaya untuk Mendukung Pengembangan Keterampilan Berbicara: Studi Kasus Peserta BPEC (dibimbing oleh Ria Rosdiana Jubhari.) Latar Belakang. Keterampilan berbicara merupakan salah satu keterampilan bahasa yang penting namun masih menjadi tantangan bagi banyak pembelajar bahasa Inggris karena terbatasnya kesempatan berlatih, kecemasan, dan rendahnya kepercayaan diri. Salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah interaksi teman sebaya (peer interaction), yang memungkinkan peserta berlatih berbicara dalam lingkungan yang kolaboratif dan mendukung. Namun, penelitian mengenai implementasi interaksi teman sebaya dalam konteks pembelajaran nonformal masih terbatas Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi interaksi teman sebaya dalam mendukung pengembangan keterampilan berbicara peserta di Benteng Panynyua English Club (BPEC) serta mengeksplorasi persepsi, manfaat dan tantangan yang mereka hadapi selama proses pembelajaran. Metode. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas 20 peserta BPEC yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan tahapan analisis data kualitatif menurut Creswell. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi teman sebaya diimplementasikan melalui berbagai aktivitas komunikatif, terutama Small Group Discussion (SGD), yang mendorong peserta untuk bertukar ide, memberikan tanggapan, dan berlatih berbicara secara aktif dalam bahasa Inggris. Peserta menunjukkan respons positif terhadap implementasi interaksi teman sebaya karena meningkatkan partisipasi dan kenyamanan dalam belajar. Selain itu, interaksi teman sebaya memberikan manfaat berupa peningkatan kelancaran berbicara, pengembangan kosakata, kepercayaan diri, dan keterampilan komunikasi. Penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan, seperti hambatan psikologis, perbedaan tingkat kemampuan bahasa, dan kesulitan mengekspresikan ide akibat keterbatasan kosakata. Kesimpulan. Interaksi teman sebaya berperan penting dalam mendukung pengembangan keterampilan berbicara peserta di BPEC dengan menciptakan lingkungan belajar yang kolaboratif, komunikatif, dan mendukung penggunaan bahasa Inggris secara aktif. ABSTRACT MASYTHA LAKSMI. M. The Implementation of Peer Interaction to Support the Development of Speaking Skills: A Case Study of BPEC Participants (Supervised by Ria Rosdiana Jubhari) Background. Speaking is an important language skill but remains a challenge for many English learners due to limited practice opportunities, anxiety, and low self-confidence. One strategy that can be used to overcome these problems is peer interaction, which allows participants to practice speaking in a collaborative and supportive environment. However, research on the implementation of peer interaction in non-formal learning contexts is still limited. Aims. This study aims to describe the implementation of peer interaction in supporting the development of speaking skills of participants at Benteng Panynyua English Club (BPEC) and explore their perceptions, benefit and challenges faced during the learning process. Methods. This study employed a qualitative descriptive method. The subjects of the study consisted of 20 BPEC participants selected using a purposive sampling technique. Data were collected through observation and semi-structured interviews, then analyzed using the stages of qualitative data analysis according to Creswell. Results. The findings showed that peer interaction is implemented through various communicative activities, especially Small Group Discussions (SGD), which encourage participants to exchange ideas, provide responses, and practice speaking actively in English. Participants responded positively to the implementation of peer interaction, as it increased participation and comfort in learning. Furthermore, peer interaction provided benefits such as increased fluency, vocabulary development, self-confidence, and communication skills. This study also identified several challenges, such as psychological barriers, differences in language proficiency levels, and difficulty expressing ideas due to limited vocabulary. Conclusion. Peer interaction plays a crucial role in supporting the development of participants' speaking skills at BPEC by creating a collaborative, communicative learning environment that supports the active use of English.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: interaksi teman sebaya, keterampilan berbicara, pembelajaran bahasa Inggris, komunitas belajar nonformal, BPEC.Keywords: peer interaction, speaking skills, English learning, non-formal learning community, BPEC. |
| Subjects: | P Language and Literature > PR English literature |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Inggris |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 21 Oct 2026 02:40 |
| Last Modified: | 21 Oct 2026 02:40 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59995 |
