JANSSEN, KARDSON (2026) PERBANDINGAN ALGORITMA PERTURB AND OBSERVE DAN FUZZY LOGIC CONTROL PADA SISTEM MAXIMUM POWER POINT TRACKING BOOST CONVERTER UNTUK OPTIMASI EFISIENSI DAYA PANEL SURYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
D041221067-h0seMqbAt9vcF7JT-20260814003220.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (9MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Energi surya merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang potensial dikembangkan di Indonesia karena ketersediaan sinar matahari yang melimpah. Namun, efisiensi panel surya sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti suhu panel surya, iradiasi matahari, dan kondisi permukaan panel. Untuk mengatasi variabilitas daya keluaran, digunakan metode Maximum Power Point Tracking (MPPT) guna menjaga panel bekerja pada titik daya maksimum. Dua algoritma MPPT yang umum digunakan adalah Perturb and Observe (P&O) dan Fuzzy Logic Control (FLC). Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja algoritma P&O dan FLC pada boost converter guna menentukan metode MPPT yang lebih efisien dalam mengoptimalkan daya panel surya. Metode. Penelitian ini dilakukan dengan simulasi menggunakan perangkat lunak MATLAB/Simulink untuk membandingkan kinerja dua algoritma MPPT, yaitu algoritma P&O dan dan algoritma FLC, yang diterapkan pada sistem panel surya dengan menggunakan boost converter dan panel surya tipe 100 WP Solarland Polycrystalline SLP100-12U. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem MPPT berbasis boost converter berhasil dirancang dan disimulasikan menggunakan MATLAB/Simulink. Pada pengujian dengan variasi intensitas radiasi matahari bertingkat dan suhu panel yang konstan, algoritma P&O menghasilkan daya keluaran rata-rata sebesar 58,15 W, efisiensi sebesar 97,51%, dan ripple daya sebesar 5,16%. FLC standar menghasilkan daya keluaran rata-rata sebesar 59,61 W, efisiensi sebesar 99,81%, dan ripple daya sebesar 0,45%. Sementara itu, FLC modifikasi menghasilkan daya keluaran rata-rata sebesar 59,68 W, efisiensi sebesar 99,75%, dan ripple daya sebesar 0,08%. Berdasarkan data hasil pengukuran intensitas radiasi matahari dan suhu panel selama tujuh hari, algoritma P&O menghasilkan daya keluaran rata-rata sebesar 44,87 W, efisiensi sebesar 82,18%, dan ripple daya sebesar 3,12%. FLC standar menghasilkan daya keluaran rata-rata sebesar 45,11 W, efisiensi sebesar 80,09%, dan ripple daya sebesar 0,46%. Sementara itu, FLC modifikasi menghasilkan daya keluaran rata-rata sebesar 45,26 W, efisiensi sebesar 82,71%, dan ripple daya sebesar 0,17%. Kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa algoritma FLC standar dan FLC modifikasi memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan algoritma P&O dalam menjaga kestabilan daya keluaran panel surya. Pada pengujian dengan variasi intensitas radiasi bertingkat, FLC standar mencapai efisiensi rata-rata tertinggi, sedangkan FLC modifikasi menghasilkan ripple daya terendah. Pada pengujian berdasarkan data hasil pengukuran selama tujuh hari, FLC modifikasi menunjukkan kinerja keseluruhan terbaik. Oleh karena itu, FLC modifikasi merupakan metode yang paling optimal untuk sistem MPPT berbasis boost converter.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | MPPT, Perturb and Observe (P&O), Fuzzy Logic Control (FLC), Boost Converter, Efisiensi Daya, Ripple Daya. |
| Subjects: | T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Teknik > Teknik Elektro |
| Depositing User: | Unnamed user with username takdim |
| Date Deposited: | 21 Oct 2026 02:17 |
| Last Modified: | 21 Oct 2026 02:17 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59982 |
