SAPHYRA, NADYA (2026) Pengaruh Penggunaan Bahasa inggris dalam Nama Produk Skincare Lokal terhadap Persepsi Prestise Linguistik di Kalangan Konsumen Gen Z di makassar = The Effect Of English In Local Skincare Names On Perceived Linguistic Prestige Among Gen Z Consumers In Makassar. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
F041221015-J1fwMsLjGqchIZ3U-20260819085814.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
NADYA SAPHYRA. The Effect Of English In Local Skincare Names On Perceived Linguistic Prestige Among Gen Z Consumers In Makassar (dibimbing oleh Abdul Hakim). Latar Belakang. Meningkatnya penggunaan bahasa Inggris dalam branding produk lokal telah menjadi fenomena yang menonjol dalam budaya konsumen kontemporer. Di Indonesia, banyak merek perawatan kulit lokal mengadopsi nama berbahasa Inggris untuk menciptakan kesan tertentu dan menarik konsumen. Dari perspektif sosiolinguistik, pilihan bahasa dalam branding dapat membawa makna sosial dan memengaruhi bagaimana konsumen mempersepsikan prestise, status, dan nilai produk. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan bahasa Inggris dalam nama produk perawatan kulit lokal terhadap persepsi prestise linguistik di kalangan konsumen Generasi Z di Makassar. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada 100 konsumen Generasi Z berusia 18–25 tahun di Makassar. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji normalitas, dan analisis regresi linier sederhana. Penelitian ini dipandu oleh perspektif sosiolinguistik Janet Holmes tentang bahasa dan makna sosial serta teori prestise terbuka Peter Trudgill. Hasil. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Inggris dalam nama produk perawatan kulit lokal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi prestise linguistik. Analisis regresi menunjukkan model yang signifikan (F = 281,154; p < 0,001), sedangkan hasil uji-t (t = 16,768; p < 0,001) mengkonfirmasi bahwa hipotesis penelitian diterima. Koefisien determinasi (R² = 0,742) menunjukkan bahwa 74,2% variasi dalam persepsi prestise linguistik dapat dijelaskan oleh penggunaan bahasa Inggris dalam nama produk. Responden umumnya menganggap produk perawatan kulit dengan nama berbahasa Inggris lebih modern, profesional, menarik, kredibel, dan berorientasi internasional. Kesimpulan. Studi ini menyimpulkan bahwa bahasa Inggris berfungsi tidak hanya sebagai alat komunikasi tetapi juga sebagai sumber simbolik yang menyampaikan prestise dan nilai sosial positif. Temuan ini mendukung pandangan Holmes bahwa bahasa mencerminkan makna dan identitas sosial, serta konsep prestise terbuka Trudgill, yang menjelaskan bagaimana varietas bahasa tertentu memperoleh nilai sosial yang lebih tinggi melalui keterkaitannya dengan karakteristik sosial yang diinginkan. Secara keseluruhan, bahasa Inggris telah menjadi penanda penting prestise linguistik di kalangan konsumen Gen Z di Makassar dan secara signifikan membentuk persepsi mereka terhadap produk perawatan kulit lokal.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Produk perawatan kulit lokal, prestise linguistik, konsumen Generasi Z, sosiolinguistik, Makassar. |
| Subjects: | P Language and Literature > PR English literature |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Inggris |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 21 Oct 2026 01:38 |
| Last Modified: | 21 Oct 2026 01:38 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59976 |
