REKONSTRUKSI MORFOLOGI GAMBUT TROPIS MENGGUNAKAN PENDEKATAN GEOFISIKA DAN GEOKIMIA DI KABUPATEN KUBU RAYA, PROVINSI KALIMANTAN BARAT


IVANSYAH, OKTO (2026) REKONSTRUKSI MORFOLOGI GAMBUT TROPIS MENGGUNAKAN PENDEKATAN GEOFISIKA DAN GEOKIMIA DI KABUPATEN KUBU RAYA, PROVINSI KALIMANTAN BARAT. Disertasi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of D033211003-N9shzI7EjLkHuw6b-20260819084451.pdf] Text
D033211003-N9shzI7EjLkHuw6b-20260819084451.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (8MB)

Abstract (Abstrak)

Lahan gambut tropis merupakan ekosistem esensial yang menyimpan cadangan karbon global dalam jumlah besar, namun integritasnya terancam oleh drainase dan degradasi yang memicu pelepasan emisi karbon dan risiko kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan sifat fisik dan kimia gambut tropis di lokasi penelitian, (2) merekonstruksi morfologi gambut tropis dengan menggunakan integrasi metode geofisika dan laboratorium, serta (3) mengembangkan rekomendasi pengelolaan gambut tropis berkelanjutan berdasarkan karakteristik morfologi gambut yang selaras dengan kebijakan nasional. Penelitian dilakukan di Kesatuan Hidrologi Gambut (KHG) Sungai Punggur Besar – Sungai Kapuas, Kabupaten Kubu Raya, dengan mengintegrasikan metode Geofisika, Ground Penetrating Radar (GPR) dan Electrical Resistivity Imaging (ERI), dan analisis Geokimia (sifat fisika dan kimia). Metode ini berhasil divalidasi, menunjukkan bahwa ERI berfungsi sebagai proksi hidrofisik yang kuat, di mana nilai resistivitas berkorelasi signifikan dengan Kadar Air, Bulk Density, Karbon Organik (C-org), dan pH. Sebaliknya, nilai resistivitas memiliki korelasi lemah dengan status nutrisi (N, P, K). Hasil rekonstruksi morfologi mengungkapkan adanya degradasi lateral yang ekstrem: 1. Inti Kubah: Ditandai dengan Gambut Tebal (>3 meter) dan kadar air tinggi, jenuh (>800%), mengindikasikan kondisi sehat (Fibrik – Hemik) dan fungsi penyimpanan karbon yang stabil; 2. Tepi Kubah: Ditandai dengan Gambut Tipis (<2 meter), kadar air rendah, kritis (<200%), dan dominasi Gambut Saprik (>50% luasan), yang merupakan bukti kerusakan struktural (subsiden dan oksidasi) serta menjadi sumber emisi karbon dan kawasan dengan kerentanan kebakaran tinggi. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kerangka kerja berbasis data ilmiah untuk implementasi Peraturan Pemerintah No. 57 Tahun 2016. Strategi pengelolaan yang diusulkan adalah Zonasi Fungsional Adaptif, membedakan antara Fungsi Lindung mutlak pada zona inti dan Fungsi Budidaya/Restorasi pada zona tepi. Prioritas utama adalah tindakan Rewetting di zona Saprik dan pengembangan Paludikultur untuk menyeimbangkan kepentingan ekologi dan ekonomi di Kubu Raya.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Uncontrolled Keywords: Morfologi Gambut Tropis; Geofisika; ERI; GPR; Degradasi; Hidrofisik Proksi; PP 57/2016; Zonasi Adaptif.
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknologi Kebumian dan Lingkungan
Depositing User: Unnamed user with username takdim
Date Deposited: 20 Oct 2026 05:51
Last Modified: 20 Oct 2026 05:51
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59965

Actions (login required)

View Item
View Item