Karakteristik Tingkat Kebisingan Lalu Lintas Pada Simpang Empat Bersinyal Di Jalan Jendral Soedirman – Jalan Dr. Ratulangi Kota Makassar


FITRIANI, FITRIANI (2026) Karakteristik Tingkat Kebisingan Lalu Lintas Pada Simpang Empat Bersinyal Di Jalan Jendral Soedirman – Jalan Dr. Ratulangi Kota Makassar. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of D131211046-RmpvXSuknHU2la4A-20250618173039.pdf] Text
D131211046-RmpvXSuknHU2la4A-20250618173039.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Pertumbuhan pesat di Kota Makassar telah mengubah sistem transportasi dan meningkatkan polusi udara. Pertumbuhan kendaraan bermotor yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan pembangunan jalan menjadi penyebab utama kemacetan, terutama di persimpangan bersinyal. Pengumpulan kendaraan di persimpangan ini berkontribusi pada peningkatan kebisingan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan tingkat kebisingan pada simpang empat bersinyal di Jalan Jendral Soedirman – Jalan Dr. Ratulangi Kota Makassar. Metode. Penelitian ini dilakukan pada 6 titik simpang bersinyal. Pengukuran dilakukan selama 10 menit setiap interval dengan jumlah interval yaitu 14. Metode yang digunakan yaitu mengukur tingkat kebisingan dengan alat Sound Level Meter TM-103 dan aplilkasi Decible X Pro, bersamaan dengan pengukuran volume kendaraan, kecepatan kendaraan dan jumlah klakson. Setelah data terkumpul maka dilakukan analisis data yaitu uji normalitas dan uji beda dengan menggunakan program SPSS. Hasil. Tingkat kebisingan yang diperoleh pada 6 titik pengukuran adalah hari kerja titik 1 (76,20 dB), titik 2 (73,74 dB), titik 3 (76,50 dB), titik 4 (76,49 dB), titik 5 (72,55 dB), dan titik 6 (72,66 dB); hari libur titik 1 (70,98 dB), titik 2 (71,39 dB), titik 3 (72,93 dB), titik 4 (71,87 dB), titik 5 (69,55 dB), dan titik 6 (69,97 dB). serta dilihat pada uji statistik untuk uji beda semua tingkat kebisingan terdapat perbedaan yang signifikan yang ditandai dengan nilai sig. pada uji beda < 0.05. Kesimpulan. Berdasarkan pedoman kapasitas jalan PU No. 13 tahun 2003, rata-rata nilai kebisingan Leq10 dan Leq yang diukur di lokasi penelitian telah melampaui batas maksimum. Pada pengukuran tingkat kebisingan titik 1, 2, 3, 4, serta hari kerja titik 5 dan 6 melebihi batas kebisingan 70 dB untuk kawasan perdagangan dan jasa menurut Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 48 tahun 1996.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Lingkungan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 21 Oct 2026 03:35
Last Modified: 21 Oct 2026 03:35
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59939

Actions (login required)

View Item
View Item