PENATAAN RUANG PUSAT KOTA DENGAN KONSEP COMPACT CITY PADA KAWASAN PERBELANJAAN PANAKKUKANG


RENALDI, RENALDI (2026) PENATAAN RUANG PUSAT KOTA DENGAN KONSEP COMPACT CITY PADA KAWASAN PERBELANJAAN PANAKKUKANG. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of D101201042-ktd0cvIM3e2yfCHD-20250624154645.pdf] Text
D101201042-ktd0cvIM3e2yfCHD-20250624154645.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (15MB)

Abstract (Abstrak)

Kawasan perbelanjaan Panakkukang merupakan salah satu pusat komersial utama di Kota Makassar. Tantangan signifikan terkait kenaikan harga lahan membuat pengelolaan dan pemanfaatan ruang semakin krusial. Tingginya harga lahan mempengaruhi pola penggunaan dan pengembangan kawasan ini, sehingga menuntut adanya strategi penataan ruang yang efektif dan efisien. Strategi tersebut sangat penting untuk mendukung perkembangan kawasan dan meningkatkan kualitas hidup penghuninya. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengetahui tingkat kekompakan kota pada kawasan perencanaan berdasarkan parameter compact city; 2) Mengetahui konsep pengembangan yang digunakan untuk menata kawasan penelitia berbasis Compact City; 3) Merencanakan penataan pusat kota dengan konsep compact city pada kawasan perdagangan Panakkukang. Penelitian ini dilakukan pada Juni 2024 sampai Desember 2024 (enam bulan) yang berlokasi di kawasan perdagangan Panakkukang. Penelitian ini menggunakan data primer berupa kondisi eksisting lokasi penelitian. Sementara data sekunder berupa data statistik lokasi penelitian. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kondisi spasial menggunakan software ArcGIS, analisis statistik kuantitaitif Analisis intensitas ruang dan analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kawasan perencanaan menunjukkan kepadatan penduduk, fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pertumbuhan penduduk tergolong rendah, fungsi campuran dan jaringan jalan sedang, permukiman serta fasilitas perdagangan tinggi, dan kepadatan lahan terbangun sangat tinggi, menandakan kawasan ini masih belum optimal sebagai compact city. Pemanfaatan ruang yang ada melampaui beberapa ketentuan, seperti Koefisien Dasar Bangunan (KDB) yang melebihi batas dan Koefisien Dasar Hijau (KDH) yang hanya 22%. Konsep pengembangan compact city diterapkan untuk mengintegrasikan tata ruang, menyediakan jalur pejalan kaki, transportasi publik terhubung, ruang terbuka publik, dan fasilitas pendukung lainnya guna menciptakan kawasan yang efisien dan berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Perencanaan Wilayah Kota
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 20 Oct 2026 03:04
Last Modified: 20 Oct 2026 03:04
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59903

Actions (login required)

View Item
View Item