Stabilisasi Tanah Berbasis Mikroba (MICP) dan Pengaruhnya terhadap Karakteristik Kuat Geser pada Tanah Lanau


BUDIMAN, MOH AMIER (2026) Stabilisasi Tanah Berbasis Mikroba (MICP) dan Pengaruhnya terhadap Karakteristik Kuat Geser pada Tanah Lanau. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of D011221050-OpIaj6kBo74ds9Tz-20260713144755.pdf] Text
D011221050-OpIaj6kBo74ds9Tz-20260713144755.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

MOH. AMIER BUDIMAN. Stabilisasi Tanah Berbasis Mikroba (MICP) dan Pengaruhnya terhadap Karakteristik Kuat Geser pada Tanah Lanau (dibimbing oleh Ir. Sitti Hijraini Nur, ST., MT., IPU., AER) Tanah merupakan material dasar yang krusial dalam konstruksi, namun tanah dengan nilai kembang susut tinggi sering kali menimbulkan masalah stabilitas struktural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode Microbially Induced Calcite Precipitation (MICP) menggunakan bakteri Bacillus subtilis dalam meningkatkan parameter kuat geser pada tanah lanau asli dan tanah lanau yang dimodifikasi dengan bentonit. Metode penelitian ini merupakan studi eksperimental skala laboratorium yang dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah Universitas Hasanuddin. Sampel uji terdiri dari empat variasi: tanah lanau asli, campuran 50% bentonit - 50% lanau, 70% bentonit - 30% lanau, dan 100% bentonit. Stabilisasi dilakukan dengan menambahkan variasi konsentrasi bakteri Bacillus subtilis sebesar 4%, 6%, dan 8% dengan masa pemeraman selama 7, 14, dan 28 hari. Parameter yang diukur meliputi sifat fisis tanah dan sifat mekanis melalui uji geser langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode MICP secara signifikan meningkatkan kekuatan geser tanah melalui pembentukan kristal kalsit yang mengikat antarpartikel tanah. Peningkatan tertinggi pada nilai kohesi (c) ditemukan pada sampel 70% bentonit - 30% lanau sebesar 182,89 kN/m2. Pada tanah lanau plastisitas rendah, nilai kohesi meningkat sebesar 162,50 kN/m2 dan sudut geser dalam meningkat sebesar 36.27 derajat. Secara keseluruhan, semakin lama masa pemeraman, maka nilai kohesi dan sudut geser dalam cenderung meningkat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan bakteri Bacillus subtilis efektif sebagai agen stabilisasi tanah yang ramah lingkungan. Kata Kunci: Stabilisasi Tanah, MICP, Bacillus subtilis, Tanah Lanau, Bentonite, Kuat Geser

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 20 Oct 2026 01:11
Last Modified: 20 Oct 2026 01:11
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59858

Actions (login required)

View Item
View Item