SUKRISTININGSIH, SUKRISTININGSIH (2026) PERANCANGAN MATERI AJAR BAHASA INGGRIS BERBASIS BUDAYA LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA INGGRIS SISWA DI PROVINSI PAPUA BARAT = DESIGNING EFL LOCAL CULTURE-BASED TEACHING MATERIALS TO PROMOTE STUDENTS’ ENGLISH SKILLS IN WEST PAPUA PROVINCE. Disertasi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
F023212001-9PXeoJblWT3DsCu6-20260820145220.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (10MB)
Abstract (Abstrak)
SUKRISTININGSIH. Perancangan Materi Ajar Bahasa Inggris Berbasis Budaya Lokal untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris Siswa di Provinsi Papua Barat (dibimbing oleh Fathu Rahman, Nasmilah, dan Amir). Konteks pendidikan daerah 3T, menghadirkan budaya lokal ke ruang kelas bukan hanya sekadar pelestarian identitas, melainkan strategi pedagogis yang mampu meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris siswa. Penelitian ini bertujuan memetakan elemen budaya lokal yang dapat disajikan sebagai materi ajar bahasa Inggris, mengintegrasikan elemen budaya lokal dengan model ADDIE ke dalam silabus pengajaran bahasa Inggris yang berlaku, dan mengetahui penggunaan materi berbasis budaya lokal dalam meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri dalam berbahasa Inggris siswa SMP di wilayah Papua Barat. Menggunakan pendekatan mixed-methods dengan desain penelitian eksploratori sekuensial, penelitian ini melibatkan lima kelas tingkatan SMP kelas VII (tujuh) dari lima sekolah dan daerah yang berbeda di Papua Barat. Peneliti bersama guru merancang unit pembelajaran yang berangkat dari pengetahuan budaya setempat dengan rujukan literatur budaya yang relevan secara sistematis. Kemudian, budaya lokal yang telah dipilih diintegrasikan dengan komponen pedagogis dalam pengajaran bahasa Inggris menggunakan model pengajaran ADDIE sebelum diimplementasikan pada partisipan dengan pre-test, post-test, dan catatan observasi kelas untuk mengetahui efektivitas dari materi ajar. Hasil penelitian telah memetakan konten lokal Papua dalam pengajaran bahasa Inggris antara lain Otton-Giesler di Manokwari, Kasuari di Teluk Bintuni, Rumah Kaki Seribu di Pegunungan Arfak, Dorewiu di Wondama, dan Legenda Namatota di Kaimana. Dalam implementasinya, keterampilan bahasa Inggris siswa menunjukkan kenaikan skor yang konsisten pada keseluruhan lokus. Catatan observasi merekam keterlibatan yang tinggi, kepercayaan diri dalam berkomunikasi, dan perhatian berkelanjutan ketika topik yang dipelajari dekat dengan pengalaman siswa. Triangulasi skor tes, bukti observasi, dan rancangan materi menegaskan bahwa pengaitan budaya lokal dengan materi ajar bahasa Inggris efektif untuk meningkatkan keterampilan siswa, sehingga mendorong capaian literasi dan performa bahasa yang lebih kuat di kelas yang memiliki sumber daya terbatas.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Materi ajar berbasis budaya lokal, pengajaran bahasa Inggris, Papua Barat, keterlibatan siswa, ADDIE model |
| Subjects: | P Language and Literature > PE English |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Budaya > Bahasa Inggris |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 20 Oct 2026 01:07 |
| Last Modified: | 20 Oct 2026 01:07 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59855 |
