KHATIMAH, ANDI HUSNUL (2026) PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PEMBERIAN GEL MADU MURNI APIS DORSATA DAN TRIGONA TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA POST SECTIO CAESAREA PADA HEWAN MENCIT. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
P102242017-JoEGnPMuN1LScay8-20260722141813.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
ANDI HUSNUL KHATIMAH Perbandingan Efektivitas Pemberian Gel Madu Murni Apis Dorsata Dan Trigona Terhadap Penyembuhan Luka Post Sectio Caesarea Pada Hewan Mencit (dibimbing oleh Andi Nilawati Usman dan Halisah) Latar Belakang : Persalinan dengan Sectio Caesarea (SC) meningkat secara global (>21%) dan berisiko menyebabkan komplikasi akibat keterlambatan penyembuhan luka. Proses ini melibatkan fase inflamasi, proliferasi, dan remodeling. Madu, khususnya Apis dorsata dan Trigona, memiliki sifat antibakteri, antiinflamasi, dan antioksidan. Madu Apis dorsata dan Trigona diketahui memiliki kandungan bioaktif yang berbeda, namun data perbandingan efektivitas keduanya dalam penyembuhan luka post SC masih terbatas. Tujuan : Membandingkan efektivitas pemberian gel madu murni Apis dorsata dan Trigona terhadap penyembuhan luka post Sectio Caesarea (SC) pada mencit (Mus musculus) berdasarkan skor REEDA dan pemeriksaan histopatologi jaringan. Metode : Penelitian eksperimental dengan desain post test only with control group. Sampel sebanyak 30 ekor mencit betina bunting dibagi menjadi 6 kelompok (masing-masing 5 ekor), yaitu kontrol negatif (NaCl 0,9%), kontrol positif (gentamicin), serta empat kelompok perlakuan (gel madu murni Apis dorsata, gel madu murni Trigona, kombinasi Apis dorsata dengan gentamicin, dan kombinasi Trigona dengan gentamicin). Pengamatan selama 14 hari menggunakan skor REEDA, serta pemeriksaan histopatologi pada hari ke-15. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan ujis post hoc Mann-Whitney. Hasil : Penelitian menunjukkan adanya perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan berdasarkan uji Kruskal-Wallis (p<0,05). Penurunan paling signifikan terjadi pada kelompok kombinasi gel madu Apis dorsata dengan gentamicin dibandingkan kelompok lainnya (p<0,05). Hasil uji lanjut Mann-Whitney menunjukkan bahwa kelompok kombinasi Apis dorsata dengan gentamicin memiliki perbedaan bermakna dibandingkan kontrol negatif dan kelompok madu tunggal dalam menurunkan skor REEDA. Pada pemeriksaan histopatologi, terdapat perbedaan bermakna antar kelompok (p<0,05), dimana kelompok kombinasi madu Trigona dengan gentamicin menunjukkan skor histopatologi terbaik, ditandai dengan penurunan infiltrasi sel inflamasi, peningkatan proliferasi fibroblas, angiogenesis, reepitelisasi, serta deposisi kolagen yang lebih optimal dibandingkan kelompok lainnya. Kesimpulan : Gel madu murni Apis dorsata maupun Trigona, efektif dalam mempercepat penyembuhan luka post Sectio Caesarea dibandingkan kontrol. Kombinasi madu dengan gentamicin memberikan efek paling optimal karena adanya sinergi antibakteri dan regenerasi jaringan . Madu Trigona menunjukkan potensi lebih tinggi dalam regenerasi jaringan, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai terapi topikal alternatif dalam perawatan luka post SC.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Madu, Apis dorsata, Trigona, Luka post Sectio Caesarea, REEDA |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Ilmu Kebidanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 20 Oct 2026 00:53 |
| Last Modified: | 20 Oct 2026 00:53 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59842 |
