EFEKTIVITAS BERKUMUR MENGGUNAKAN REBUSAN KAYU SIWAK 15 DAN 20 GRAM TERHADAP PERUBAHAN PH SALIVA PADA SISWA SMA NEGERI 21 BONE


J, AHMAD HIDAYAT (2026) EFEKTIVITAS BERKUMUR MENGGUNAKAN REBUSAN KAYU SIWAK 15 DAN 20 GRAM TERHADAP PERUBAHAN PH SALIVA PADA SISWA SMA NEGERI 21 BONE. D4 thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of V066221009-IsnCz6MOT5ED1SlW-20260819213217.pdf] Text
V066221009-IsnCz6MOT5ED1SlW-20260819213217.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

AHMAD HIDAYAT J. Efektivitas Berkumur Menggunakan Rebusan Kayu Siwak 15 dan 20 Gram Terhadap Perubahan pH Saliva Pada Siswa SMA Negeri 21 Bone (dibimbing oleh Bapak Irfan Maulana Syam, S.Tr.Kes., M.Tr.TGM). Latar Belakang. Karies gigi merupakan masalah utama kesehatan gigi dan mulut yang prevalensinya masih tinggi pada kelompok usia produktif. Penurunan pH saliva di bawah ambang kritis (5,5) dapat memicu terjadinya proses demineralisasi pada enamel gigi. Kayu siwak (Salvadora persica) mengandung senyawa alkali seperti kalsium dan bikarbonat yang berpotensi sebagai agen penyangga (buffer) alami rongga mulut untuk menetralkan asam melalui sediaan obat kumur. Tujuan. Penelitian ini dirancang untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas berkumur menggunakan air rebusan kayu siwak terhadap perubahan pH saliva pada siswa SMA Negeri 21 Bone. Metode. Penelitian ini menerapkan jenis eksperimen semu (quasi experiment) melalui rancangan Two Group Pretest-Posttest Design. Penentuan subjek penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling, yang menghasilkan total sampel sebanyak 60 responden yang dibagi ke dalam dua kelompok intervensi berbeda. Adapun proses analisis data dalam penelitian ini diuji menggunakan uji statistik non-parametrik Wilcoxon Signed Ranks Test dan Mann-Whitney U Test karena data berdistribusi tidak normal. Hasil. Analisis data mengonfirmasi adanya peningkatan pH saliva responden sesudah intervensi pada kedua kelompok perlakuan (p = 0,000). Nilai rata-rata pH saliva meningkat secara signifikan pasca-intervensi, di mana sebaran data bergerak stabil menuju kondisi normal cenderung basa. Sejalan dengan perubahan tersebut, uji komparatif antar kelompok menunjukkan nilai Asymp. Sig. < 0,001. Kesimpulan. Berkumur menggunakan air rebusan kayu siwak efektif meningkatkan pH saliva dalam mengkondisikan dapar oral ke arah normal cenderung basa bagi siswa SMA Negeri 21 Bone. Kata kunci: Salvadora persica, rebusan kayu siwak, takaran dosis, pH saliva, karies gigi.

Item Type: Thesis (D4)
Uncontrolled Keywords: Salvadora persica, rebusan kayu siwak, takaran dosis, pH saliva, karies gigi
Subjects: R Medicine > RK Dentistry
Divisions (Program Studi): Fakultas Vokasi > Terapi Gigi Dan Mulut
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 20 Oct 2026 00:50
Last Modified: 20 Oct 2026 00:50
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59837

Actions (login required)

View Item
View Item