ANALISIS KADAR HEMOGLOBIN, KADAR LEUKOSIT DAN POLA KUMAN PADA IBU DENGAN KETUBAN PECAH DINI DAN IBU TANPA KETUBAN PECAH DINI DI RUMAH SAKIT TIPE B DI KOTA PALU


WILELIPU, RIBECCA (2026) ANALISIS KADAR HEMOGLOBIN, KADAR LEUKOSIT DAN POLA KUMAN PADA IBU DENGAN KETUBAN PECAH DINI DAN IBU TANPA KETUBAN PECAH DINI DI RUMAH SAKIT TIPE B DI KOTA PALU. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of P102241020-lIwcNgS97B4mWRvd-20260821213300.pdf] Text
P102241020-lIwcNgS97B4mWRvd-20260821213300.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

RIBECCA WILELIPU. Analisis Kadar Hemoglobin, Kadar Leukosit dan Pola Kuman pada Ibu dengan Ketuban Pecah Dini dan Ibu Tanpa Ketuban Pecah Dini di Rumah Sakit Tipe B di Kota Palu (dibimbing oleh Deviana Soraya Riu dan Muh. Nasrum Massi). Latar belakang. Ketuban pecah dini merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang berkontribusi besar terhadap morbiditas dan mortalitas maternal-perinatal, dengan sekitar separuh kejadiannya diduga berkaitan dengan proses infeksi pada membran amnion. Status hematologis ibu, khususnya kadar hemoglobin dan leukosit, diyakini berhubungan erat dengan respons inflamasi dan derajat infeksi yang menyertai ketuban pecah dini, sementara identifikasi pola kuman melalui pewarnaan Gram menjadi metode diagnostik cepat yang relevan diterapkan pada fasilitas kesehatan dengan keterbatasan sarana kultur maupun PCR. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kadar hemoglobin, kadar leukosit, dan pola kuman hasil pewarnaan Gram cairan ketuban antara ibu dengan ketuban pecah dini dan ibu tanpa ketuban pecah dini di rumah sakit tipe B Kota Palu. Metode. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan kasus-kontrol, sampel pada penelitian ini melibatkan 70 responden (35 kelompok ketuban pecah dini dan 35 kelompok tanpa ketuban pecah dini) yang direkrut secara consecutive sampling di RSUD Undata dan RSUD Anutapura pada periode Maret–Mei 2026. Kadar hemoglobin dan leukosit diperiksa menggunakan hematology analyzer otomatis, sedangkan pola kuman diidentifikasi melalui pewarnaan Gram dengan mikroskop cahaya perbesaran 1000x. Data dianalisis menggunakan SPSS, meliputi uji Independent t-test/Welch's t-test untuk variabel numerik dan uji Chi-Square untuk variabel kategorik, dengan kemaknaan p<0,05. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar hemoglobin pada kelompok ketuban pecah dini (10,83±1,80 g/dL) lebih rendah dibandingkan dengan kelompok tanpa ketuban pecah dini (12,09±1,34 g/dL) (nilai p=0,001). Rata-rata kadar leukosit kelompok KPD (17,55±4,84×10³/mm³) lebih tinggi dibandingkan kelompok tanpa KPD (11,32±1,79×10³/mm³) (nilai p<0,001). Seluruh sampel cairan ketuban kelompok ketuban pecah dini menunjukkan pertumbuhan bakteri dengan dominasi basil Gram negatif, baik sebagai pola murni (54,3%) maupun polimikroba (45,7%), sedangkan 48,6% sampel kelompok tanpa ketuban pecah dini tidak menunjukkan pertumbuhan bakteri, dan pertumbuhan yang ditemukan didominasi Gram positif. Terdapat perbedaan distribusi pola kuman antar kelompok sangat bermakna secara statistik (p<0,001). Kesimpulan. Terdapat perbedaan bermakna kadar hemoglobin, kadar leukosit, dan pola kuman antara ibu dengan dan tanpa ketuban pecah dini. Kelompok ketuban pecah dini menunjukkan kadar hemoglobin lebih rendah, leukosit lebih tinggi, dan dominasi bakteri Gram negatif dibandingkan kelompok tanpa ketuban pecah dini.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: ketuban pecah dini, hemoglobin, leukosit, pola kuman, pewarnaan Gram
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Ilmu Kebidanan
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 20 Oct 2026 01:51
Last Modified: 20 Oct 2026 01:51
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59834

Actions (login required)

View Item
View Item