FAIRUZ, RATNA AMALIA (2026) Potensi Ekstrak Putik Saffron (Crocus sativus) sebagai Antidepresan: Studi In Silico dan In Vivo pada Tikus Putih Jantan (Rattus norvegius) Galur Wistar. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
P062231043-1rZiRtYFNWyIMxT6-20260818134216.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Depresi merupakan gangguan neuropsikiatri multifaktorial yang melibatkan disregulasi monoamin, stres oksidatif, inflamasi, gangguan aksis hipotalamus–hipofisis–adrenal, serta penurunan neuroplastisitas. Saffron (Crocus sativus L.) mengandung crocin, crocetin, dan safranal yang berpotensi memberikan efek antidepresan melalui mekanisme multimodal. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi antidepresan ekstrak putik saffron melalui pendekatan in vivo dan in silico. Metode. Sebanyak 25 tikus Wistar jantan dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol normal (tidak mendapat induksi stres dan tidak diberikan intervensi), kontrol depresi (diberikan induksi stres dan intervensi berupa akuades), kontrol positif (diberikan induksi stres dan intervensi berupa fluoxetine 10 mg/kgBB), saffron 100 mg/kgBB (diberikan induksi stres dan intervensi berupa saffron 100 mg/kgBB), dan saffron 200 mg/kgBB (diberikan induksi stres dan intervensi berupa saffron 200 mg/kgBB). Intervensi diberikan secara oral selama 14 hari. Aktivitas antidepresan- like dinilai berdasarkan waktu imobilitas pada forced swim test, sedangkan perubahan berat badan digunakan sebagai indikator keamanan awal. Studi in silico meliputi prediksi ADMET, molecular docking, dan molecular dynamics simulation selama 100 ns terhadap serotonin transporter. Hasil. Ekstraksi menghasilkan rendemen sebesar 44,81% dengan nilai E¹%₁ cm sebesar 155,88 ± 0,64. Kelompok saffron 200 mg/kgBB menunjukkan waktu imobilitas yang lebih rendah secara deskriptif dibandingkan kontrol depresi, tetapi perbedaan antarkelompok tidak bermakna secara statistik (p=0,989; ηp²=0,015). Perubahan berat badan juga tidak menunjukkan perbedaan bermakna (p=0,398). Analisis in silico menunjukkan bahwa crocetin memiliki afinitas yang konsisten terhadap serotonin transporter dan kestabilan dinamis yang lebih baik dibandingkan dengan crocin, sedangkan safranal menunjukkan profil penetrasi sistem saraf pusat serta potensi interaksi multi-target. Kesimpulan. Ekstrak putik saffron menunjukkan kecenderungan efek antidepresan- like yang didukung oleh plausibilitas molekuler, tetapi efektivitasnya secara in vivo belum terbukti secara statistik.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | crocin; crocetin; forced swim test; molecular dynamics simulation; safranal; serotonin transporter |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Ilmu Biomedik |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 20 Oct 2026 01:43 |
| Last Modified: | 20 Oct 2026 01:43 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59831 |
