RUSMAN, HENDRA JULTRISNO (2026) TEKNOLOGI EKOENZIM UNTUK PENANGGULANGAN AIR ASAM TAMBANG DAN TANAH TERCEMAR AKIBAT AKTIVITAS PERTAMBANGAN NIKEL. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
P033231043-QiEskgA7r8UDBOHW-20260820123024.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
Abstract (Abstrak)
HENDRA JULTRISNO RUSMAN. P033231043. TEKNOLOGI EKOENZIM UNTUK PENANGGULANGAN AIR ASAM TAMBANG DAN TANAH TERCEMAR AKIBAT AKTIVITAS PERTAMBANGAN NIKEL (Dibimbing oleh Fahruddin dan Nurlina Kasim). Pertambangan nikel menghasilkan air asam tambang yang dapat mencemari tanah sehingga berdampak pada produksi pertanian. Ini memunculkan inovasi baru yang berpusat pada pengembangan ekoenzim. Tujuan penelitian ini adalah memproduksi, mengkarakterisasi dan menguji potensi ekoenzim serta mengaplikasikannya pada air asam tambang dan tanah tercemar. Penelitian ini dimulai dari produksi ekoenzim dilakukan dengan mengkombinasikan tanah mangrove dan tanah lahan pasca tambang sebagai sumber bakteri dengan substrat organik dan air. Karakterisasi biologi meliputi identifikasi bakteri, uji potensi bakteri yakni pelarut fosfat, penambat nitrogen serta resistensi bakteri terhadap pH dan logam Ni, Pb, Fe, Cr. Karakterisasi kimia meliputi analisis C, N, P, K, pH dan Mg. Selanjutnya dilakukan uji resistensi ekoenzim terhadap pH dan logam Ni, Pb, Fe Cr. Ekoenzim diaplikasikan pada air asam tambang dan tanah tercemar dengan memvariasikan konsentrasi ekoenzim 0%; 2,5%; 5%; 7,5%; 10% dan waktu inkubasi 0, 10, 20, 30 Hari. Kemampuan ekoenzim untuk menanggulangi air asam tambang dianalisis berdasarkan penurunan logam Ni, Pb, Fe Cr, analisis penurunan kadar sulfat, analisis peningkatan H2S serta analisis stabilitas pH. Kemampuan ekoenzim dalam menanggulangi tanah tercemar dianalisis berdasarkan penurunan logam Ni, Pb, Fe, Cr, peningkatan pH, C, N, P, K, Ca, Na, Mg, KTK, KB, perbaikan tekstur tanah dan analisis jumlah mikroba. Hasil penelitian menunjukan bahwa waktu produksi ekoenzim adalah 30 Hari. Ekoenzim mengandung bakteri Bacillus licheniformis, Kocuria marina dan Calidifontibacillus erzurumensis dengan kemampuan melarutkan fosfat, menambat nitrogen, resisten terhadap kondisi asam (pH 2) serta resisten terhadap logam berat Ni, Pb, Fe maksimal 70 ppm dan Cr maksimal 50 ppm. Ekoenzim juga mengandung C-organik 2,21%; N-Organik 0,16%; P-Tersedia 0,09%; K-tersedia 0,28%; Mg 252 ppm; pH ekoenzim 5,92. Penambahan 10% ekoenzim pada air asam tambang mampu menurunkan kadar logam berat dan sulfat secara signifikan dalam waktu 10 Hari serta meningkatkan pH dan H2S dalam waktu 30 Hari. Selain itu, ekoenzim dapat memperbaiki sifat fisika dan kimia tanah tercemar dengan menyeimbangkan antara partikel pasir, debu dan liat serta meningkatkan C-Organik, N-Organik, P-Tersedia, K-Tersedia, pH, Ca, Na, Mg, KTK dan KB pada tanah. Meskipun demikian, terjadi penurunan populasi mikroba seiring dengan meningkatnya kadar nitrogen dan perubahan kondisi lingkungan. Berdasarkan hal ini, diketahui bahwa ekoenzim yang telah diproduksi memiliki fungsi ganda yakni sebagai bioremediator dan pupuk organik cair dalam menanggulangi air asam tambang dan tanah tercemar akibat aktivitas pertambangan nikel sehingga penanggulangan pencemaran akibat aktivitas pertambangan nikel dapat dilakukan dari hulu ke hilir dengan metode yang lebih sederhana.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: ekoenzim; air asam tambang; lahan pasca tambang; tanah tercemar; pertambangan nikel |
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Ilmu Lingkungan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 20 Oct 2026 01:14 |
| Last Modified: | 20 Oct 2026 01:14 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59816 |
