Pengaruh Variasi Masa Peram Bakteri Bacillus Subtilis terhadap Parameter Kuat Geser Tanah melalui Pengujian Triaxial Unconsolidated Undrained


PAMUNGKAS, ARJUNA (2026) Pengaruh Variasi Masa Peram Bakteri Bacillus Subtilis terhadap Parameter Kuat Geser Tanah melalui Pengujian Triaxial Unconsolidated Undrained. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of D011221008-14wQzBIsihoVk9f6-20260714095922.pdf] Text
D011221008-14wQzBIsihoVk9f6-20260714095922.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract (Abstrak)

Tanah merupakan material dasar krusial dalam konstruksi, namun tanah dengan nilai kembang susut tinggi sering kali menimbulkan masalah stabilitas struktural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode Microbially Induced Calcite Precipitation (MICP) menggunakan bakteri Bacillus subtilis dalam meningkatkan parameter kuat geser pada tanah lanau asli dan tanah lanau yang dimodifikasi dengan bentonite. Metode penelitian ini merupakan studi eksperimental skala laboratorium yang dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah Universitas Hasanuddin. Sampel uji terdiri dari empat variasi: tanah lanau asli (B0), campuran 50% bentonite (B50), 70% bentonite (B70), dan 100% bentonite (B100). Stabilisasi dilakukan dengan menambahkan variasi konsentrasi bakteri Bacillus subtilis sebesar 4%, 6%, dan 8% dengan masa pemeraman selama 7, 14, dan 28 hari. Parameter mekanis diukur melalui pengujian Triaxial Unconsolidated Undrained (UU). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode MICP secara signifikan meningkatkan kekuatan geser tanah melalui pembentukan kristal kalsit yang mengikat antarpartikel tanah. Peningkatan kekuatan tertinggi pada tanah asli (B0) ditemukan pada konsentrasi bakteri 8% dengan masa peram 28 hari, yang menghasilkan rasio peningkatan tegangan deviator sebesar 964,66%. Pada campuran bentonite tinggi (B70), efektivitas maksimal justru dicapai pada konsentrasi bakteri terendah (4%) dengan nilai kohesi mencapai 139,29 kPa, guna menghindari fenomena penyumbatan pori prematur. Secara keseluruhan, perpanjangan masa pemeraman hingga 28 hari secara konsisten meningkatkan nilai kohesi dan kekuatan mekanis tanah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan bakteri Bacillus subtilis efektif sebagai agen stabilisasi tanah ekspansif yang ramah lingkungan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 19 Oct 2026 06:41
Last Modified: 19 Oct 2026 06:41
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59769

Actions (login required)

View Item
View Item