GAMBARAN KEJADIAN MEROKOK DAN PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA SATPAM UNIVERSITAS HASANUDDIN


BIWAR, PAULUS (2026) GAMBARAN KEJADIAN MEROKOK DAN PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA SATPAM UNIVERSITAS HASANUDDIN. D4 thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of J016211028-IiAFgVWbvkBtEc7w-20260820002108.pdf] Text
J016211028-IiAFgVWbvkBtEc7w-20260820002108.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

PAULUS BIWAR. Gambaran Kejadian Merokok dan Pengetahuan tentang Kesehatan Gigi dan Mulut pada Satpam Universitas Hasanuddin. Latar Belakang: Perilaku merokok merupakan salah satu faktor risiko utama yang dapat mengganggu kesehatan sistemik maupun kesehatan rongga mulut. Tuntutan pekerjaan satuan pengamanan (satpam) dengan jam kerja panjang, sistem kerja shift, dan beban kerja yang tinggi sering kali memicu timbulnya stres dan memengaruhi gaya hidup, seperti kebiasaan merokok serta kurangnya perhatian terhadap kebersihan gigi dan mulut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian merokok dan tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut pada Satpam Universitas Hasanuddin (UNHAS). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh anggota satpam di lingkungan Universitas Hasanuddin, dengan jumlah sampel sebanyak 55 responden. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner yang mencakup karakteristik responden, status dan intensitas merokok, serta tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Seluruh responden (100%) berjenis kelamin laki-laki dan merupakan perokok aktif. Sebagian besar responden berada pada kelompok usia dewasa akhir (61,8%), dengan lama bekerja 5–10 tahun (67,3%), dan berpendidikan tinggi (58,2%). Berdasarkan kejadian merokok, mayoritas responden berada pada kategori perokok sedang (85,5%) dan kategori ringan (14,5%), serta tidak ditemukan perokok berat. Berdasarkan tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kategori baik (49,1%), diikuti kategori kurang (29,1%), dan kategori cukup (21,8%). Analisis gambaran kejadian merokok berdasarkan pengetahuan menunjukkan bahwa pada seluruh tingkat pengetahuan (baik, cukup, maupun kurang), mayoritas responden tetap memiliki kejadian merokok kategori sedang. Kesimpulan: Mayoritas Satpam Universitas Hasanuddin memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai kesehatan gigi dan mulut, namun seluruhnya masih merupakan perokok aktif dengan intensitas merokok terbanyak berada pada kategori sedang. Pengetahuan yang baik tidak secara otomatis menghilangkan kebiasaan merokok. Oleh karena itu, diperlukan program edukasi kesehatan secara berkelanjutan, pembentukan lingkungan kerja bebas rokok, serta layanan pendampingan/konseling berhenti merokok bagi petugas satpam.

Item Type: Thesis (D4)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Kejadian Merokok, Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut, Satpam, Universitas Hasanuddin.
Subjects: R Medicine > RK Dentistry
Divisions (Program Studi): Fakultas Vokasi > Terapi Gigi Dan Mulut
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 19 Oct 2026 05:50
Last Modified: 19 Oct 2026 05:50
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59766

Actions (login required)

View Item
View Item