GAMBARAN TINGKAT KETERAMPILAN MENGGOSOK GIGI DI PANTI ASUHAN NURUL QADRY LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK (LKSA)


TUKAN, AGNES (2026) GAMBARAN TINGKAT KETERAMPILAN MENGGOSOK GIGI DI PANTI ASUHAN NURUL QADRY LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK (LKSA). D4 thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of J016211024-kcs57lpW6bLt9zIU-20260820231844.pdf] Text
J016211024-kcs57lpW6bLt9zIU-20260820231844.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

AGNES TUKAN. GambaranTingkat keterampilan menggosok gigi di panti asuhan Nurul Qadry Lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA) Latar belakang: Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Anak merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut, terutama karies gigi, yang salah satunya dipengaruhi oleh kebiasaan dan keterampilan dalam menjaga kebersihan gigi. Menggosok gigi dengan teknik yang benar merupakan salah satu upaya preventif yang penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam menggosok gigi dapat meningkatkan risiko terjadinya plak, karies, dan penyakit gusi. Oleh karena itu, keterampilan menggosok gigi pada anak perlu mendapat perhatian, khususnya pada anak yang tinggal di panti asuhan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat keterampilan menggosok gigi pada anak di Panti Asuhan Nurul Qadry (LKSA) Kota Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di Panti Asuhan Nurul Qadry (LKSA) Kota Makassar pada Januari–Februari 2026. Populasi penelitian adalah seluruh anak yang berada di Panti Asuhan Nurul Qadry. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah 50 responden. Data dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh distribusi frekuensi dan persentase tingkat keterampilan menggosok gigi. Hasil: Sebagian besar responden memiliki keterampilan menggosok gigi dalam kategori baik, yaitu sebanyak 34 responden (68%). Selanjutnya, sebanyak 14 responden (28%) berada pada kategori cukup dan 2 responden (4%) berada pada kategori kurang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa mayoritas anak telah mampu melakukan tindakan menggosok gigi dengan teknik dan tahapan yang benar, meskipun masih terdapat responden yang memerlukan peningkatan keterampilan. Kesimpulan: Sebagian besar anak di Panti Asuhan Nurul Qadry (LKSA) Kota Makassar memiliki tingkat keterampilan menggosok gigi dalam kategori baik. Namun, pembinaan, pendampingan, dan edukasi kesehatan gigi dan mulut secara berkelanjutan tetap diperlukan untuk meningkatkan keterampilan menggosok gigi dan mempertahankan kesehatan gigi serta mulut anak secara optimal.

Item Type: Thesis (D4)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Keterampilan Menggosok Gigi Anak, Kesehatan Gigi dan Mulut.
Subjects: R Medicine > RK Dentistry
Divisions (Program Studi): Fakultas Vokasi > Terapi Gigi Dan Mulut
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 19 Oct 2026 05:48
Last Modified: 19 Oct 2026 05:48
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59763

Actions (login required)

View Item
View Item