PERAN PERHUTANAN SOSIAL DALAM MENJAGA TUTUPAN HUTAN DAN CADANGAN KARBON MELALUI PENDEKATAN MULTI-TEMPORAL DI KABUPATEN MAROS


PUTRI, ANNISA LARASATI ALIFA (2026) PERAN PERHUTANAN SOSIAL DALAM MENJAGA TUTUPAN HUTAN DAN CADANGAN KARBON MELALUI PENDEKATAN MULTI-TEMPORAL DI KABUPATEN MAROS. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of M012221009-fulll.pdf] Text
M012221009-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Annisa Larasati Alifa Putri. Peran Perhutanan Sosial Dalam Menjaga Tutupan Hutan Dan Cadangan Karbon Melalui Pendekatan Multi Temporal Di Kabupaten Maros (dibimbing oleh Syamsu Rijal dan Daud Malamassam). Penelitian ini mengevaluasi dampak program Perhutanan Sosial (PS) terhadap dinamika tutupan lahan dan cadangan karbon di Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Evaluasi ini penting dilakukan mengingat posisi strategis wilayah penelitian sebagai zona penyangga ekosistem bagi Kota Makassar yang menghadapi tekanan antropogenik tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tutupan hutan, mengestimasi besaran sekuestrasi dan neraca karbon, serta mengevaluasi tingkat efektivitas program PS menggunakan indikator FCCI dan CSEI berdasarkan heterogenitas kapasitas kelembagaan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS). Pendekatan metode campuran (mixed-method) berbasis spasio-temporal diterapkan pada area analisis seluas ±2.730 ha yang mencakup 15 unit KUPS. Data multi-temporal dari citra satelit Landsat 7 ETM+ (tahun 2000) dan Sentinel-2 MSI (tahun 2015 dan 2025) diproses menggunakan algoritma Random Forest (RF) di platform Google Earth Engine (GEE), yang divalidasi melalui metode ground truth (akurasi Kappa > 0,85). Konversi perubahan tutupan lahan dianalisis menggunakan modul Pre-Quest dan neraca karbon diestimasi melalui modul C-Quest pada perangkat lunak LUMENS. Hasil menunjukkan perubahan signifikan pada fase pra-izin (2000–2015) mengalami peningkatan tutupan hutan dari 1.280,34 ha menjadi 1.415,22 ha, sedangkan fase pasca-izin (2015–2025) mengalami penurunan menjadi 1.403,58 ha. Meski secara agregat dinilai kurang efektif karena nilai FCCI dan CSEI negatif, secara kumulatif 25 tahun kawasan ini tetap menjadi penyerap karbon sebesar -30.613,80 Mg C. Analisis disagregasi menunjukkan KUPS Perak dan Biru efektif dalam aforestasi aktif (misal KUPS Lappatalle +143,7 ha), sementara KUPS Emas konsisten menjaga stabilitas tutupan hutan (85–86%). Penelitian ini merekomendasikan penguatan kelembagaan KUPS, restorasi mangrove, dan integrasi skema karbon biru untuk mendukung Indonesia FOLU Net Sink 2030

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Perhutanan Sosial, Tutupan Hutan, Cadangan Karbon, Google Earth Engine (GEE), Random Forest, Landuse Planning for Multi Environmental Services (LUMENS), Kabupaten Maros
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 19 Oct 2026 07:58
Last Modified: 19 Oct 2026 07:58
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59754

Actions (login required)

View Item
View Item