DAMPAK LIFESCAPE TERHADAP HABITAT TARSIUS STUDI KASUS : RESORT KADIDIA TAMAN NASIONAL LORE LINDU


NURWAHYUNI, . (2026) DAMPAK LIFESCAPE TERHADAP HABITAT TARSIUS STUDI KASUS : RESORT KADIDIA TAMAN NASIONAL LORE LINDU. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of M012221008-fullll.pdf] Text
M012221008-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Alih fungsi kawasan hutan di zona penyangga Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) memicu fragmentasi habitat satwa endemik Sulawesi, salah satunya adalah Tarsius (Tarsius dentatus). Penelitian ini mengintegrasikan pendekatan lanskap (landscape) dan ruang hidup (lifescape) guna menganalisis dampak aktivitas penghidupan masyarakat sekitar kawasan terhadap tutupan lahan serta habitat Tarsius di Resort Kadidia, Kabupaten Sigi. Pengumpulan data lifescape dilakukan melalui survei terstruktur terhadap 40 kepala keluarga di delapan desa penyangga dengan metode stratified random sampling, divalidasi dengan wawancara mendalam bersama informan kunci. Analisis perubahan penutupan lahan dan perkembangan jaringan jalan periode 2014–2023 dilakukan secara spasial temporal, sedangkan dampak terhadap habitat Tarsius dievaluasi dengan memetakan pergeseran titik sarang periode 2019–2024 menggunakan analisis kedekatan fungsional (proximity analysis). Hasil analisis lifescape menunjukkan tingkat indeks penghidupan masyarakat berada pada kategori sedang (14,48–15,84). Modal sosial memiliki pencapaian tertinggi (19,80–23,00), sedangkan modal alam (10,20–14,80) dan modal finansial (12,40–16,60) berada pada tingkat terendah, merefleksikan tingginya ketergantungan ekonomi masyarakat terhadap perluasan kebun pertanian subsisten di dalam kawasan hutan. Selama periode 2014–2023, terjadi penyusutan hutan lahan kering sekunder sebesar 185,20 hektare neto yang dikonversi menjadi pertanian lahan kering dan kebun campur. Dampak biofisik ini memicu fragmentasi habitat yang ditandai dengan ditinggalkannya dua titik sarang historis di Desa Kamarora B akibat pembukaan kebun kakao dan perluasan jalan rintisan pertanian. Hasil analisis matriks Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan External Factor Analysis Summary (EFAS) menempatkan strategi perlindungan pada Kuadran I (SO - Agresif) dengan koordinat (2,08; 1,35). Kebijakan taktis yang direkomendasikan adalah pengembangan ekowisata minat khusus berbasis spesies kunci, program kemitraan konservasi agroforestri, serta penetapan aturan adat (pombetubu) untuk mengendalikan ekspansi pertanian sekaligus melestarikan habitat Tarsius secara partisipatif.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Tarsius , Taman Nasional Lore Lindu, Landscape-Lifescape, Sistem Informasi Geografis, Strategi Konservasi.
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 19 Oct 2026 07:55
Last Modified: 19 Oct 2026 07:55
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59752

Actions (login required)

View Item
View Item