ANALISIS LAJU EROSI DAN SOSIAL EKONOMI DI DAERAH ALIRAN SUNGAI ONTO, KABUPATEN BANTAENG


ALWAQIA, NUR (2026) ANALISIS LAJU EROSI DAN SOSIAL EKONOMI DI DAERAH ALIRAN SUNGAI ONTO, KABUPATEN BANTAENG. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of M011221186-fulllll.pdf] Text
M011221186-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Daerah Aliran Sungai Onto yang terletak di Kabupaten Bantaeng memiliki luas 988,56 ha dengan tutupan lahan didominasi pertanian lahan kering campur (52,61%) dan beriklim basah dengan rata-rata curah hujan 2.008 mm/tahun. Tekanan penggunaan lahan akibat aktivitas pertanian yang intensif berpotensi mempercepat laju erosi dan menurunkan kualitas DAS secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan kelas bahaya erosi (KBE) dan tingkat bahaya erosi (TBE), serta mengidentifikasi kondisi sosial ekonomi masyarakat petani di DAS Onto. Analisis erosi dilakukan menggunakan model SWAT+ berbasis data DEM Nasional resolusi 8 m, citra Sentinel-2A tahun 2025, sampel tanah, dan data iklim harian periode 2016–2025, dengan klasifikasi KBE dan TBE mengacu pada Permen LHK No. 3/VSET/2013 dan Peraturan Menteri Kehutanan RI No. P.32/Menhut-II/2009. Sementara itu, data sosial ekonomi dikumpulkan melalui wawancara terhadap 19 responden petani menggunakan teknik purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan laju erosi rata-rata DAS Onto sebesar 9,45 ton/ha/tahun. Kelas bahaya erosi didominasi kategori sangat ringan (<15 ton/ha/tahun) seluas 774,72 ha (78,37%), diikuti ringan 192,33 ha (19,46%), sedang 19,35 ha (1,96%), dan berat 2,16 ha (0,22%). Tingkat bahaya erosi juga didominasi kategori sangat ringan (531,28 ha) (53,74%), diikuti ringan (418,77 ha) (42,37%), sedang (35,14 ha) (3,55%), dan berat (3,37 ha) (0,34%). Dari aspek sosial ekonomi, mayoritas petani berpendidikan rendah (63% lulusan SD), sepenuhnya bergantung pada sektor pertanian, dan belum memahami erosi secara teoritis. Meskipun demikian, 63% di antaranya telah menerapkan teknik konservasi berupa terasering, cekdam, dan agroforestry. Berdasarkan hasil tersebut, DAS Onto secara keseluruhan didominasi kelas dan tingkat bahaya erosi sangat ringan sehingga kondisi lahan relatif stabil, namun rendahnya pemahaman teoritis masyarakat mengenai erosi dan konservasi menunjukkan perlunya upaya pemberdayaan agar praktik konservasi yang telah berjalan dapat dipertahankan secara berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: DAS Onto, SWAT+, kelas bahaya erosi, tingkat bahaya erosi, sosial ekonomi
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 19 Oct 2026 02:26
Last Modified: 19 Oct 2026 02:26
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59733

Actions (login required)

View Item
View Item